Warga Tetebatu Sulap Limbah Kotoran Sapi Menjadi Biogas

Lombok Timur. Poroslombok.com –

Zainul Aripin yang merupakan seorang peternak sapi di dusun Orong Gerisak desa Tetebatu kecamatan Sikur memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi biogas yang bermanfaat bagi rumah tangganya.

Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas yang dikelolanya tersebut sudah berjalan sejak tiga bulan lalu.

Zainul Aripin menyatakan, di masa pandemi seperti ini, pemanfaatan limbah sapi menjadi biogas dapat menghemat pengeluaran untuk pembelian gas elpiji.

“Saya beternak 4 ekor sapi, sehingga hasil biogas dari pemanfaatan limbahnya bisa mencukupi kebutuhan gas untuk memasak sehari-hari dan tidak perlu lagi membeli gas elpiji 3 kilo” tuturnya saat dikonfirmasi pada Kamis 30/12/21.

Menurutnya, pembuatan biogas rumahan ini berawal karena banyaknya peternak yang tidak memikirkan bagaimana dan kemana untuk membuang kotoran / limbah dari ternaknya, sehingga adanya masyarakat yang komplain pada peternak. Terlebih musim hujan kotoran sapi akan menglir ke halaman rumah masyarakat.

Karena itulah Kepala Wilayah Orong Gerisak mengusulkan bagaimana cara mengatasi masalah ini dan akhirnya dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan ( DLHK ) Lombok Timur datang melihat kondisinya dan memberikan solusi pengolahan limbah ternak menjadi Biogas. Adapun bantuan yang diberikan dalam bentuk subsidi bukan dalam bentuk bantuan langsung.

“Dalam pembuatan instalasi biogas, DLHK hanya menggratiskan kita kompor dan tukang, sedangkan biaya lainnya itu kita sebagai peternak yang tanggulangi” tuturnya.

Kendati adanya subsidi dari DLHK, masyarakat yang menjadi peternak di lingkungannya belum semuanya yang mau membuat pengolahan limbah ternak, hanya baru dua orang peternak di dusunnya yang membuat pengolahan limbah ternak menjadi biogas tersebut.

“di dusun ini baru dua unit yang dibangun, kalau di dusun lain seperti di dusun Lingkung sudah lama mereka terapkan pengolahan limbah ternak menjadi biogas ini” tuturnya.

Zainul Aripin yang juga merupakan anggota BPD di desa Tetebatu, terus memberikan edukasi kepada peternak sapi di lingkungannya agar kedepan mau menerapkan pengolahan limbah ternak tersebut karena menurutnya banyak manfaat yang diperoleh terutama sebagai sumber energi alternatif.

(Erwin, PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU