LOMBOK TIMUR | POROSLOMBOK –
Tangan yang begitu kotor walaupun terlihat kurus namun sangat asik memutar kunci untuk membuka beberapa mesin motor yang sudah mulai rusak. Tangan itu adalah tangan lalu Juani warga Desa Loyok Kecamatan Sikur Lombok Timur, yang berprofesi sebagai penjual motor Second dan perbengkelan.
Sebelumnya, Lalu Juani bekerja di show room Mobil yang berada di Pulau Bali akan tetapi Gempa Lombok 2018 yang yang lalu, membuatnya khawatir dengan keluarga di rumah sehingga ia memutuskan untuk hengkang dari pekerjaannya dan pulang kampung.
Setelah ia pulang lalu Juani masih bingung apa yang harus dikerjakan, akhirnya di teras sempit di pojok rumahnya berukuran satu kali setengah meter, ia memulai usaha sebagai pedagang bensin eceran dan tambal ban. Dari hari-kehari usahanya lumayan maju walaupun hasil yang didapatkan tidak seberapa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan istri tercintanya.
“Kadang sehari saya hanya dapat Rp.50.000 dari keutungan bensin dan tambal ban namun kita syukuri saja,” tuturnya saat diemui Poroslombok pada Jumat (18/02)
Seiring waktu berjalan usahanya yang digelutinya semakin berkembang, namun keuntungan yang didapat masih minim, akhirnya lalu Juani mencoba usaha motor tua, mengingat ia sangat hobi dengan hal tersebut. Motor pertama yang ia beli adalah Astrea Star keluaran tahun 1980, bermodal pengalamannya di Bali ia merestorasi motor tersebut dengan modal seadanya, akhirnya motor tua inipun berubah menjadi barang antik dan menawan bagi para kolektor.
Selang beberapa bulan merestorasi motor tersebut, lalu juani mencoba memasarkannya melalui Marketplace di Facebook tak disangka banyak yang menawar, harganyapun cukup lumayan. Sehingga keesokan harinya motor itupun laku dengan harga yang menguntungkan. Sejak itulah usahanya mulai berkembang hingga sekarang.
Tak terlena dengan usaha jual beli motor usaha bengkelnya tetap ia jalankan bahkan sehari ia bisa meraup keuntungan hingga 100 Sampai 200 ribu, karena bengkelnya mulai rame serta banyak dikenal orang.
Pasang surut usaha yang ia jalankan dari waktu ke waktu tak membuatnya putus asa, akhirnya berkat kesabarannya usaha bengkelnya kini disandingkan dengan jual beli motor bekas, bukan hanya menjual motor tua akan tetapi berbagi merek motor baik keluaran baru maupun keluaran lama.
Badai pendemi Covid-19 beberapa tahun ini sempat menghambat usahanya, karena ia mengaku saat ini tidak bisa keluar masuk Bali untuk mencari motor bekas, karena menurutnya kwalitas motor di Pulau Dewata ini lebih bagus dan harganya sedikit lebih murah. Akan tetapi ia tidak kehabisan akal karena lama tinggal di Bali tentunya ia memiliki banyak kenalan sehingga mudah untuk menjalin kerjasama dengan beberapa temannya yang ada di sana.
“Walaupun saya tidak bisa ke Bali saat ini namun saya suruh teman-teman yang ada di sana untuk mencarikan kita barang nanti dia yang paketkan kalau sudah dapat,”jelasnya.
Diawal tahun 2021 usahanya kian berkembang motor-motor bekas mulai berjejer di teras menunggu untuk dipinang, walaupun kebanyakan motor tersebut ber Nomor DK, namun tak menyurutkan niat para pembeli untuk dijadikan tunggangan. Terbukti motor-motor tersebut tidak pernah bertahan lama untuk dipajang, walaupun lalu juani harus rela berada didepan Gadgednya seharian karena harus menjajakannya di Media sosial.
Saat ini Jika ada konsumen yang membeli motor dengan sistem kredit sudah disediakan, karena saat ini show roomnya sudah menjalin kerjasama dengan salah satu Bank swasta. Tentunya hal ini merupakan capaian yang luar biasa berawal dari usaha minyak menjadi show room motor bekas. Namun ini tidak membuat lalu juani puas dan bangga sehingga ia kembali mencoba usaha jual beli sepeda gunung mengingat sepeda ini banyak di gandurungi oleh masyarakat baik orang tua maupun kaum milenial.
“Kita coba dulu kalau memang menguntungkan dilanjutkan kalau tidak ya kita stop dulu,” ucapnya.
Ia berharap kedepannya usaha ini bisa semakin berkembang walaupun di tengah hantaman badai Pandemi namun bukan alasan untuk berhenti berjuang demi sebuah cita-cita. Kisah ini sepenggel kisah yang menarik seperti Film si Midun yang yang berjudul “Sengsara Membawa Nikmat” karya Sutan Sati 1929, semoga menjadi inspirasi untuk para pembaca.
(Arul | Poroslombok)

















