Lombok Timur | Poros Lombok –
Semarak untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Pantai Krakat menggelar acara Arong-arong Jaran (balapan kuda).
Acara ini juga masuk dalam kegiatan event Bersin Puasa yang di selenggarakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Lombok Timur sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Saat kunjungan Poros Lombok terlihat antusiasnya para joki kuda yang berasal dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) joki kudanya sendiri rata-rata masih berusia di kisaran 10 tahun keatas.
Mereka berbaris menunggu aba-aba tanda dari dimulainya balapan.
“Ada sebanyak 34 peserta yang berasal dari berbagai daerah yang tersebar di NTB,” ungkap Asri Ketua Pokdarwis Wisata Pantai Krakat Senin (28/3/2022).
Adapun jenis kuda yang ikut serta dalam acara Arong-arong Jaran ini adalah kuda lokal. Sebelum acara juga panitia akan mengikuti ritual lokal, yaitu “Besembek” dimana mereka sebelum memulai acara akan di berikan tanda di kepalanya yang dimana tanda itu berasal dari ramuan yang disebut “Mamak”.
Filosopi dari “Besembek” ini menurut kepercayaan mereka adalah sebagai wujud bahwa acara yang di selenggarakan telah mendapat izin dari segenap pihak, termasuk para pemangku adat dan agar kegiatan yg di laksanakan berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan bazar yang diisi oleh 24 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di berbagai Desa dan Kecamatan di Lombok Timur.
“Kami adakan event ini juga dengan niat membangun kembali ekonomi kerakyatan, pasca dampak dari dua pristiwa pilu yang kita rasakan, yakni Gempa 2018 dan Covid-19,” ujar Asri.
Bazar ini juga walaupun baru berjalan beberapa hari, yang dibuka tanggal 26 Maret 2022 kemarin, tetapi sudah meraup sekitar Rp 9 juta walaupun untuk mempersiapkan acara saja itu panitia menghabiskan dana sampai dengan Rp 11 juta.
“Keuntungan dari parkir memang sekitarRp 9 juta, teyapi itu kita pakai untuk persiapan acara yang menghabiskan dana sampai Rp 11 juta,” ungkapnya.
UMKM yang membuka lapak juga hanya di bebankan biaya sewa 60 rb, satu kali pembayaran sampai dengan event berakhir di H-1 Ramadhan.
Lebih lanjut, Asri berharap kedepannya Arong-arong jaran ini bisa menjadi event yang dimasukkan kedalam kalender event nasional oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
“Kami sangat berharap event ini bukan hanya menjadi semarak saja, tetapi bisa dilirik kedepannya untuk dimasukkan ke Event Nasional oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,” tutupnya.
(Arul / Poros Lombok)


















