PorosLombok.com – Tiga mahasiswa Universitas Mataram asal Kecamatan Masbagik sukses menyabet juara ketiga dalam ajang Business Plan Competition yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB, Rabu (13/5/2026).
Prestasi gemilang Muhamad Dicky Subagia, Aryanto Arbi, dan Zidni Ilman ini tercapai setelah menyisihkan 25 tim peserta dari berbagai perguruan tinggi serta wirausaha muda se-Nusa Tenggara Barat.
”Inovasi pakan ternak fungsional ini hadir untuk mendukung sistem pertanian dan peternakan berkelanjutan di daerah kita,” ujar perwakilan tim Muhamad Dicky Subagia.
Dicky menjelaskan bahwa ide bisnis berjudul KroHerb tersebut berfokus pada pengembangan pelet pakan berbasis budidaya kroto herbal guna mengurangi ketergantungan peternak terhadap bahan sintetis.
”Penggunaan bahan kimia berlebihan berisiko menimbulkan resistensi antimikroba yang berdampak buruk pada kesehatan hewan maupun lingkungan,” jelasnya.
Tim ini menawarkan solusi pakan alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan sebagai jawaban atas tingginya harga pakan komersial yang selama ini mencekik para peternak lokal.
”Kami memadukan sumber protein alami dari kroto dengan bahan herbal seperti kunyit, jahe, dan daun kelor untuk daya tahan ternak,” katanya.
Secara ilmiah, kandungan protein tinggi pada daun kelor serta senyawa bioaktif dari jahe dan kunyit diklaim mampu meningkatkan kualitas kesehatan hewan secara signifikan tanpa efek samping.
”Pabrik pakan alternatif ini dirancang untuk menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal guna meningkatkan nilai ekonomi daerah,” ujarnya.
Rencana pembangunan pabrik tersebut akan diintegrasikan dengan kawasan Eko-Eduwisata berbasis masyarakat yang memadukan kebun mangga serta budidaya semut rangrang secara terpadu.
”Masyarakat tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga bagian dari ekosistem pembelajaran dan pemberdayaan yang berdaya saing,” jelasnya.
Konsep bisnis komprehensif ini berhasil memikat perhatian tiga investor besar yang hadir pada babak final di Prime Plaza Hotel Mataram untuk mendanai produksi massal.
”Kami ingin menciptakan pusat edukasi dan bisnis terpadu yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan kawasan pedesaan,” katanya.
Inovasi berbasis riset mendalam ini membuktikan kapasitas mahasiswa daerah dalam menciptakan peluang usaha yang memiliki nilai akademik sekaligus dampak sosial berkelanjutan bagi publik,*


















