Persentase Vaksin Masih Rendah, Pemda Lotim Buka Pasar Hewan Satu Kali Seminggu

LOTIM – Poroslombok.com | Pemerintah daerah kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) telah menunjukkan kinerja yang cukup membanggakan dalam penanganan virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim, Ir. Masyhur, SP, menyatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan dalam penanganan virus PMK adalah dengan melakukan vaksinasi.

Pertanggal 16 September 2022, jumlah hewan ternak yang sudah di vaksin adalah sebanyak 76.350 ribu. Kamis kemarin pihak Disnakkeswan Lotim kembali mendapatkan 39.000 dosis vaksin.

“Kemarin kita didroping lagi sebanyak 39.000 vaksin, dan langsung kita bagi ke semua UPT. Dan langsung hari ini semua UPT melakukan vaksin itu,” tutur Masyhur kepada poroslombok.com, Jum’at (16/9/22).

Sehingga, rinci Masyhur, total vaksin  yang diterima oleh kabupaten lombok timur dari provinsi adalah sebanyak 122.760, atau setara 36 persen dari jumlah populasi hewan ternak yang ada di daerah ini.

Meski persentase vaksinasi relatif masih rendah, namun pihak Disnakkeswan Lotim sudah membuka pasar hewan sejak dua minggu lalu dengan mengacu pada angka kasus yang kian melandai.

“Kebetulan sisa kasus kita hanya tinggal 46 ekor. Itulah dasar kita membuka pasar hewan, karna kaitannya dengan roda ekonomi,” ujarnya.

Menurut dia, jika beberapa hal ini disinerjikan yakni vaksin dijalankan, pengobatan dijalankan, kemudian pasar hewan dibuka maka perekonomian masyarakat pelaku usaha hewan ternak dapat berputar kembali.

Namun demikian, pasar hewan ini dibuka hanya satu kali dalam seminggu, yakni pada hari senin saja. Hal itu untuk mengantisipasi agar letupan kasus tidak terjadi lagi.

“Nanti kalo trend nya sudah bagus, termasuk di kabupaten lain maka kita akan buka seperti biasa, yaitu tiga kali seminggu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Masyhur menjelaskan, bahwa pihaknya memberlakukan syarat yang sangat ketat terhadap hewan ternak yang akan masuk di pasar hewan. Salah satu syarat yang wajib adalah, menunjukkan kartu vaksin hewan.

Karnanya, pada hari senin depan pihaknya akan melakukan pengetatan dengan mengerahkan semua dokter hewan se-Lombok Timur untuk melakukan pengecekan dan memastikan hewan ternak yang sudah divaksin.

“Nah, nanti kalo ada sapi yang masih ada air liurnya kita suruh balik, setelah terlebih dahulu kita obati di pasar,” pungkasnya.

(anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU