Poroslombok.com, LOTIM –
Kontroversi pembangunan KIHT di eks Pasar Paok Motong Masbagik Lombok Timur sudah mulai terjadi, pro dan kontra elemen masyarakat mulai muncul,bahkan Seruan aksi boikot dan segel sampai konsolidasi tokoh agama serta tokoh masyarakat dalam menyikapi pembangunan KIHT ini sudah mulai di gaungkan
Kontroversi ini berawal dari adanya indikasi dan dugaan kongkalikong pihak perusahaan pemenang tender karena menurut informasi yang beredar, PT yang memegang Proyek ini, dibeberapa daerah sudah diblacklist. Sehingga diduga adanya permainan pihak dinas terkait di Provinsi dan PPK serta adanya oknum kepala desa ikut juga ikut terlibat.
Aldafi Gita Purnadi Ketua Jaringan Kerja Rakyat Nasional (JANGKARNAS), yang merupakan salah satu warga Masbagik menyampaikan bahwa dalam proyek KIHT ini ia mengendus adanya permainan, maka dari itu ia meminta proyek KIHT ini harus dikawal oleh kejaksaan Tinggi dan kepolisian. Jangan sampai proyek besar di masbagik ini menjadi bancahan pihak-pihak berwatak jahat, apalagi disinyalir ada kongkalikong sejak dimulainya proses lelang.
“Kami meminta kepada Bapak Jaksa Agung RI untuk menginstruksikan kejati NTB menurunkan tim intel dari saat ini ke pembangunan proyek KIHT tersebut, disinyalir banyak permainan dan persekongkolan oleh oknum-oknum,” ujarnya. Minggu (25/09
Hal ini kata di Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah, agar proyek pembangunan KIHT ini berjalan baik bagi kesejahteraan masyarakat, dan tidak boleh ada oknum yang menjadikan proyek ini untuk ajang memperkaya diri.
Aktivis yang dipanggil Gito ini juga menambahkan proyek ini kurang lebih nilainya 27 Milyar dan dimenangkan tendernya oleh PT. Unggul Sekoja yang dianggap tidak bonafide mengerjakan proyek dengan anggaran besar, dibeberapa daerah sudah di beri coretan Tinta Hitam.
Senada itu, Zuarno Saputra ketua forum Micas juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal proyek ini, sampai selesai, dan ia meminta Kejati NTB juga harus mengawasi oknum-oknum di lapangan (lokasi-red) dalam proyek ini.
“Jangan ada yang main-main di proyek ini, supaya masyarakat kami bisa menikmati dampak dari pembangunan ini kedepannya, kami memang mencium bau busuk di proyek KIHT ini, maka kami meminta kepada APH untuk sejak awal menurunkan tim intel, supaya bisa terpantau siapa yang bermain-main,” tegas zuarno
(Red/ Poroslombok)
















