PorosLombok.com, LOTIM –
Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Lombok Timur, terus melakukan upaya dan langkah-langkah agar Tenaga Honorer Perawat yang bekerja di instansi-instansi Pemerintah bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sekretaris PPNI Lotim H.Syahid Ramadhan, mengatakan bahwa selama ini pihaknya terus menyuarakan hal tersebut sampai ke pemerintah Pusat, baik dengan bersurat dan sebagainya.
“Untuk sekarang kita ikuti peraturan Pemerintah saja dulu, artinya ada kuota-kuota yang diberikan pemerintah terkait dengan penerimaan tenaga PPPK ini,” terangnya kepada PorosLombok, Kamis (29/12).
Dijelaskannya, Perawat salah satu tenaga yang mempunyai andil besar dalam mendukung pembangunan daerah, yang dimana berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan, jadi tentu kata dia, Perawat juga harus menjadi prioritas jika ada pengangkatan PPPK.
“Kalau tenaga Perawat yang terdaftar di PPNI sebanyak 3000, yang tersebar di seluruh Fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur, baik Pemerintah maupun Swasta, tentu ini bukti bahwa Perawat mempunyai andil besar dalam pembangunan Daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut H.Syahid mengaku, PPNI akan terus berjuang untuk kesejahteraan para tenaga Perawat Honorer, khususnya yang ada di Kabupaten Lombok Timur, namun tentu dengan cara-cara yang baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di indonesia.
“Mudah-mudahan di 2023 ini, kita berharap kuota PPPK untuk tenaga Nakes, terutama untuk Perawat ini lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.
Tak hanya itu Kasi BPJS pada dikes Lotim ini juga menyinggung, terkait pembangunan RS Masbagik, tentunya hal ini disambut baik oleh PPNI Lotim. karena dengan adanya pembangunan ini tentu akan menjadi peluang baru bagi para perawat, khususnya yang ada di Kabupaten Lombok Timur untuk bekerja di tempat tersebut.
“Otomatis nanti akan ada penambahan tenaga, sehingga perawat-perawat kita nanti yang belum bekerja bisa mengabdi di sana,”, pungkasnya.
(Arul/ PorosLombok)
















