Di Lotim, Penjual Ayam Keliling Jadi Pilihan Emak-emak

LOTIM – PorosLombok.com | Dikerumuni oleh para emak-emak menjadi hal lumrah bagi Amaq Rosi, penjual ayam potong keliling di wilayah Lombok Timur.

Setiap harinya, ayam dagangan Amaq Rosi terlihat laris manis dan selalu ludes terjual. Ukuran yang agak besar serta harga yang bersahabat, menjadi alasan para emak-emak menjadikan Amaq Rosi sebagai pilihan.

Untuk ukuran seperempat kilo gram di banderol dengan harga Rp. 10 ribu saja. Harga tersebut masih sama dengan harga di pasar. Namun bedanya, emak-emak tak perlu mengeluarkan biaya dan menghabiskan waktu untuk pergi ke pasar.

Ibu Reni, seorang pelanggan dari Desa Rumbuk Timur mengaku terbantu dengan keberadaan penjual ayam keliling. Sebab, bagi ibu rumah tangga seperti dia, tugas memasak dan bersih-bersih rumah menjadi lebih efisien dari sisi waktu.

“Menurut saya sih, kita sangat terbantu ya dengan adanya dagang ayam keliling. Kan ndak perlu repot-repot ke pasar. Sambil nunggu dia datang, kita juga bisa bersih-bersih,” akunya kepada poroslombok, Selasa (7/3/23).

Pengakuan senada juga diungkapkan Inak Minah yang setiap harinya membeli 3-4 kilo jeroan ayam (hati, usus, ampela dan jantung), untuk dijual kembali dalam kemasan yang sudah matang.

Dia mangaku tidak lagi membeli ke pasar setelah adanya penjual ayam keliling. Namun tidak setiap hari ia bisa mendapatkan bagian sesuai yang ia butuhkan, lantaran yang ia cari sudah diborong pelanggan lain.

“Kadang-kadang ndak dapat. Ya mungkin sudah diborong semua sama langganan yang lain,” tuturnya.

Jika seperti itu, ia mengaku cukup kerepotan mencari ke tempat lain untuk memenuhi barang dagangannya. Pergi ke pasar, menjadi alternatif setelah itu.

Amaq Rosi (pedagang ayam keliling) kepada media ini menuturkan, setiap harinya ia menghabiskan 72 kilo gram atau setara 30 ekor ayam potong, dengan modal Rp. 1.300.000 ribu.

Dari modal segitu, Amaq Rosi mendapatkan omzet Rp. 1.400.000 rupiah, atau hanya mendapatkan keuntungan 100 ribu rupiah sehari.

Meski begitu, pria paruh baya itu mengaku bersyukur. Baginya, memiliki penghasilan rutin setiap hari adalah merupakan anugrah yang luar biasa ditengah ketatnya persaingan usaha dan sulitnya lapangan pekerjaan.

“Alhamdulillah, meski tidak banyak keuntungannya, tapi yang penting lancar dan setiap hari ada pemasukan,” syukurnya.

Selain itu, ia juga mengaku bahwa kepuasan pelanggan menjadi prioritas utamanya. Karnanya, untung sedikit bukan menjadi soal baginya.

Adapun wilayah yang ia masuki dalam memasarkan ayam jualannya adalah, mulai dari Kecamatan Sukamulia, Sakra, Sakra Timur bahkan sampai Kecamatan Sakra Barat.

(PL-anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU