13 Paket Jaringan Irigasi di Lotim akan Direhabilitasi dengan Anggaran Rp 21 Miliar

LOTIM – PorosLombok.com | Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada tahun ini akan melakukan rehabilitasi/perbaikan jaringan irigasi sebanyak 13 paket.

13 paket rehabilitasi tersebut yakni untuk Daerah Irigasi (DI) Jogok, DI Kuang Derek, DI Embung Penggek, DI Sumbi, DI Kuang Manget, DI Esot, DI Jenjek, DI Reban Bele, DI Loang Gali, DI Pelembak, DI Kedatuk, DI Reban Tebu, dan DI Sangkon.

Kepala Bidang Pengairan pada Dinas PUPR Lombok Timur, Zulpan Hadi mengatakan, kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi untuk 13 paket ini dilaksanakan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan total anggaran sebesar Rp 21 miliar.

“Program pekerjaan kita di bidang pengairan tahun 2023 sudah tanda tangan kontrak. Saat ini sedang dalam proses penyesuaian perencanaan dengan kondisi real di lapangan atau yang disebut MC-0,” jelas Zulpan kepada media ini, Kamis (6/4) kemarin.

Ia menambahkan, mutual check awal atau MC-0 diinvestigasi kembali antara pihak rekanan, pengawas dan pihak direksi guna menentukan langkah selanjutnya, setelah didapatkan volume aktual sesuai dengan kondisi real pekerjaan.

Setelah dilakukan investigasi, sambung dia, maka terhadap pekerjaan yang ditender pada tahun 2022 yang masih terdapat kekurangan saat perencanaan, pada tahun ini akan dilengkapi dengan adendum dari sisa anggaran 2022.

“Ini bukan kurang volume, tetapi hasil investigasi kita kemarin ternyata ada item yang tidak masuk dalam perencanaan sebelumnya, nah itu yang kita naikkan diperencanaan nanti dengan menggunakan sisa anggaran yang ada,” jelasnya.

Selain kegiatan rehabilitasi jaringan, lanjut dia, terdapat juga program pemeliharaan rutin jaringan irigasi yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai anggaran Rp 300 juta.

Dengan dilaksanakannya rehabilitasi jaringan irigasi itu, diharapkan akan meningkatkan produksi padi untuk mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan produksi pangan di kabupaten Lombok Timur.

(PL-anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU