Cara Hindari Kemacetan Jalur Pelabuhan Kayangan Lotim

PorosLombok.com, Lotim –

Salah satu jalur yang dipadati pemudik setiap tahun saat momen Hari Raya Idul Fitri yaitu Pelabuhan Penyeberangan Kayangan Lombok Timur menuju Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Jalur ini merupakan jalur yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Kabupaten Kota yang ada di Pulau Sumbawa.

Data ASDP kayangan menyebutkan, setiap tahunnya lebih dari 15 Ribu  pemudik yang melintasi jalur penyeberangan ini.  Sehingga setiap puncak arus mudik, antrean penumpang  mengular hingga lebih dari 4 KM.

Bagi anda yang akan mudik melalui jalur ini, berikut tips dari Manajer Usaha ASD Kayangan, Muhariani Eka Rossy , agar terhindar dari kemacetan!

1. Hindari berangkat di puncak arus mudik
Manajer Usaha ASDP Kayangan Muhariani  Eka Rossy mengatakan, puncak arus mudik di perkirakan, pada H-4 lebaran yaitu 18 April 2023  sampai H-2 Lebaran pada 20 April. Diperkirakan pada puncak mudik tersebut akan terjadi penumpukan penumpang, karena jumlah penumpang yang akan melintas diperkirakan 5000 orang penumpang dan 1000 kendaraan setiap harinya.

“Agar terhindar dari kemacetan serta kepadatan penumpang hindari berangkat pada hari puncak mudik,” terangnya.

2. Hindari berangkat malam hari
Lanjut Eka Rossy, tips selanjutnya untuk mengindari kemacetan saat mudik lebaran yaitu, menghindari berangkat pada malam hari. Dijelaskan Eka, setiap tahun penumpukan penumpang selalu terjadi pada malam hari, hingga menyebabkan terjadinya kemacetan panjang.

“Jangan berangkat malam hari, usahakan berangkat pada pagi atau siang harinya, karena biasanya kan pemudik berangkat malam hari karena menghindari panas matahari, serta macet lalu lintas,” ujarnya.

3. Menggunakan kartu elektronik
Selanjutnya untuk menghindari terjadinya kemacetan, usahakan mengunakan kartu elektronik untuk transaksi jasa penyeberangan. Sebelum berangkat mudik, pemudik dihimbau untuk membuat kartu elektronik di Bank konvensional yang ada seperti di Bank BRI, BNI dan Mandiri.

Sebelum digunakan jangan lupa untuk di top-up atau diisi ulang terlebih dahulu, sehingga langsung bisa digunakan untuk membayar jasa penyeberangan.

“Menggunakan kartu elektronik itu lebih cepat bayarnya, tinggal di gesek langsung jalan, dari pada menggunakan tunai, itu jauh lebih lama, nah itu yang sering menyebabkan terjadinya kemacetan,” imbuhnya.

4. Mudik dimalam takbiran
Mudik di malam takbiran juga bisa menjadi alternatif pilihan, karena pada malam ini kapal penyeberangan masih tetap beroperasi. Pada malam takbiran ini, diakui Eka penumpang sangat  lenggang sehingga tidak perlu untuk mengantre. Selain itu bisa sangat nyaman berada di dalam kapal karena tidak terlalu banyak penumpang.

“Malam takbiran kita tetap operasi, dimalam ini biasanya penumpangnya agak sepi,” pungkasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU