LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com | Selain tradisi halal bihalal pada hari raya idul fitri, masyarakat di Lombok Timur juga memiliki kebiasaan libur lebaran bersama anggota keluarga.
Di daerah ini terdapat berbagai destinasi wisata, tergantung selera. Salah satu tempat wisata libur lebaran di Lombok Timur adalah kolam renang Tirta Madani Jobong.
Kolam Renang yang berlokasi di Dusun Jorong, Kelurahan Kelayu Selatan, Kecamatan Selong ini kerap menjadi favorit pengunjung dari dari berbagai daerah.
Ya, lokasinya yang dekat dari kota Selong menjadikan kolam renang ini jadi destinasi wisata favorit libur lebaran anggota keluarga, terutama anak-anak.
Untuk bisa masuk di kolam renang Tirta Madani Jobong, pengunjung dewasa hanya cukup membayar Rp. 7000, sedangkan anak-anak cukup membayar Rp. 5000.
Di tempat ini pengunjung bisa memilih berenang sesuai dengan usianya, karna di sini disediakan kolam khusus untuk anak-anak, bahkan tersedia juga kolam khusus untuk balita.
Pengelola juga menyediakan fasilitas penyewaan ban untuk berenang, cukup menyewa Rp. 5000 sampai sepuasnya.
Jika sudah puas berenang, pengunjung juga bisa membilas badan dab berganti pakaian di tempat yang sudah disediakan.
Pantauan poroslombok.com pada Senin (24/4/23), mayoritas pengunjung didominasi para orang tua dengan membawa anggota keluarga yang terdiri dari anak-anak dan remaja.
Eni, salah seorang petugas loket masuk di Kolam Renang Tirta Madani Jobong menuturkan, bahwa jumlah pengunjung selama libur lebaran naik drastis.
Kata dia, selama libur lebaran pihaknya bisa meraup omzet rata-rata Rp. 5 juta per hari. Namun dirinya tidak memiliki data jumlah real pengunjung dikarenakan pihak pengelola tidak memberlakukan tiket masuk.
“Kita tidak menggunakan tiket. Karna pengunjung cukup membayarkan uang pas masuk sesuai tarif,” katanya.
Salah seorang petugas jaga Sudarman mengatakan, Kolam Renang Tirta Madani Jobong setiap hari buka mulai pukul 8.00-16.15 wita.
Dia menjelaskan, bahwa pihaknya memberlakukan pembatasan jam kunjungan karena air kolam harus dikuras dan dibersihakan demi memastikan kondisi air kolam kembali steril.
“Meskipun masih ada pengunjung yang datang tapi kita stop sampai jam 4.15. Karna setiap hari kita kuras airnya, supaya besoknya sudah steril kembali,” jelasnya.
Di tempat sama, Rehanon, pemilik warung di lokasi Kolam Renang juga ikut merasakan berkah pada moment libur lebaran tahun ini, bahkan setiap musim libur sekolah.
Khusus pada moment libur lebaran, setiap hari ia bisa meraup omzet rata-rata Rp. 5 juta per hari.
Pun dengan Fauzan, salah seorang penjual mainan yang menjajakan dadangannya di tempat ini, juga ikut merasakan berkah dari ramainya pengunjung yang datang.
Dalam sehari dia bisa mendapatkan omzet mulai 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Dalam kelipatan 1 juta, dirinya bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp. 550.000.
“Kalo 1 juta itu modalnya sekitar 400 atau 550 ribu rupiah, tergantung jenis mainan yang laku juga,” ujar dia.
Pria asal Bagek Longgek Rakam itu mengaku berjualan secara musiman di tempat ini. Di tempat ini dia tidak dikenakan sewa lapak, cukup hanya memberi sedekah yang dimasukkan di kotak amal, untuk anak yatim.
(PL-anas)















