Ratusan Warga Montong Tangi Kini Miliki IKD, Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Genjot Digitalisasi Desa

Mahasiswa KKN ITSKes Selong sukses mendampingi aktivasi IKD bagi 300 lebih warga Montong Tangi dalam 7 jam, mendorong akselerasi digitalisasi desa dan ketepatan bantuan sosial.

PorosLombok.com — Ratusan warga Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur berbondong-bondong mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dalam waktu singkat pada Kamis (13/8/2026).

“Capaian lebih dari 300 warga yang terlayani hanya dalam kurun waktu tujuh jam ini menjadi bukti nyata percepatan digitalisasi administrasi kependudukan hingga tingkat desa,” ujar Kepala Desa Montong Tangi, Sahlan, S.Pd.

Pemerintah Desa Montong Tangi memberikan apresiasi penuh terhadap langkah progresif para mahasiswa yang berkolaborasi dengan instansi daerah dalam memodernisasi layanan publik desa.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini karena dapat mewujudkan pelayanan publik yang jauh lebih cepat, transparan, sekaligus memperkuat akurasi basis data warga kami,” katanya.

Integrasi data kependudukan yang valid dan serba digital ini dinilai akan membawa dampak langsung terhadap efektivitas berbagai program pemerintah desa ke depannya.

“Basis data yang akurat ini sangat penting agar penyaluran bantuan sosial di desa kami bisa semakin tepat sasaran dan tidak ada lagi warga yang terlewat,” tegasnya.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi dan Kesehatan (ITSKes) Muhammadiyah Selong turun langsung mendampingi masyarakat selama proses verifikasi berlangsung secara marathon dari pagi hingga sore hari.

“Kegiatan aktivasi IKD yang dirangkai dengan pengajuan Perlindungan Sosial (Perlinsos) ini berhasil menjadi salah satu program kerja unggulan kami di lapangan,” terangnya.

Pelaksanaan program kerja intensif tersebut melibatkan bantuan teknis secara langsung untuk memastikan seluruh warga tidak mengalami kendala teknis saat mengoperasikan aplikasi baru di ponsel pintar mereka.

“Proses pendampingan dilakukan tahap demi tahap, mulai dari pengunduhan aplikasi, verifikasi data secara teliti, hingga aktivasi file IKD di ponsel masing-masing,” ucapnya.

Sinergi yang solid bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Timur menjadi kunci utama suksesnya pelayanan kilat yang menjangkau ratusan orang tersebut.

“Kolaborasi lintas instansi inilah yang memfasilitasi dan memungkinkan ratusan warga dapat terlayani dengan lancar dan tertib hanya dalam waktu satu hari,” ungkapnya.

Langkah akselerasi layanan kependudukan berbasis digital di tingkat desa ini juga tidak lepas dari dukungan instansi lain seperti Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur.

“Program terpadu ini memang merupakan hasil kolaborasi nyata antara mahasiswa KKN, Pemdes Montong Tangi, Dinas Dukcapil, serta Dinas Pariwisata Lombok Timur,” tambahnya.

Selanjutnya, fokus kegiatan beralih pada nilai tambah dari pengurusan IKD yang dihubungkan langsung dengan kemudahan akses layanan jaringan Perlindungan Sosial (Perlinsos) bagi masyarakat lokal.

“Layanan IKD yang kami dorong ini tidak sekadar berfungsi sebagai pengganti KTP fisik belaka,” jelas Ketua KKN ITSKes Muhammadiyah Selong, Umami Kharisma Azani.

Para mahasiswa memastikan bahwa identitas digital ini membuka gerbang kemudahan baru bagi warga dalam mengurus berbagai keperluan administrasi kependudukan secara modern tanpa beban berkas kertas.

“Identitas digital ini menjadi pintu masuk utama bagi warga untuk mengurus berbagai keperluan administrasi tanpa perlu repot membawa dokumen fisik,” ulasnya.

Inovasi digitalisasi ini dirancang untuk menyederhanakan birokrasi sehingga warga desa dapat merasakan kemudahan akses terhadap program-program bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Aplikasi IKD secara langsung mendukung berbagai layanan digital lain, termasuk bantuan sosial yang saat ini sudah mulai terintegrasi secara menyeluruh,” terangnya.

Gerakan pendampingan masyarakat di Desa Montong Tangi ini sekaligus mempertegas kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung arah kebijakan pengelolaan data nasional yang serba terpadu.

“Kegiatan ini merupakan bagian utuh dari upaya mahasiswa dalam mendukung program strategis pemerintah menuju satu data kependudukan nasional yang terintegrasi,” ulasnya.

Inisiatif terpadu yang digagas para mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Lombok Timur dalam mengadopsi teknologi kependudukan modern secara luas.

“Kami berharap langkah awal ini mampu melompatkan kualitas pelayanan administrasi dan mempercepat transformasi digital masyarakat desa secara berkelanjutan,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU