Tunjang Digitalisasi Pendidikan, 92 Sekolah SD di Lotim Dapat Bantuan TIK Lengkap

LOTIM – PorosLombok.com | Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang SD pada Dinas Pndidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kabupaten Lombok Timur tahun 2023 sebesar Rp 53,628 miliar yang terbagi dalam 132 paket pengadaan langsung (PL) sudah proses pengerjaan.

Program tersebut mencakup rehabilitasi ruang perpustakaan, rehabilitasi ruang UKS, rehabilitasi toilet, pembangunan ruang perpustakaan, pembangunan ruang UKS dan pembangunan toilet, termasuk pengadaan TIK.

Pengadaan sarana dan prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) itu berupa 15 laptop, 1 konektor, 1 proyektor, dan 1 router untuk masing-masing sekolah, dan sudah terdistribusikan 100 persen.

“Jumlah sekolah yang mendapatkan TIK itu sebanyak 92 sekolah yang tersebar di 20 kecamatan di Lombok Timur,” kata Amrulloh, S.A.P selaku PPK bidang SD di ruang kerjanya, Senin (15/5) kemarin.

Rentan waktu pengerjaan dalam kontrak paket PL, lanjut dia, adalah dari tanggal 21 Maret sampai akhir Juli 2023, atau 120 hari kalender. Saat ini progress pengerjaannya sudah mencapai 30 persen.

Berbeda dengan paket PL yang menggunakan skema penunjukan langsung, program DAK fisik melalui proses lelang (tender) senilai Rp 20,926 miliar, saat ini sedang proses lelang/tender.

“Yang tender ini untuk pembangunan 92 ruang laboratorium, dan 6 rehabilitasi ruang kelas,” jelasnya.

Ia mengutarakan, pada tahun ini untuk pertama kalinya dilakukan probability audit oleh inspektorat daerah, guna menyesuaikan harga bahan termasuk item-item pekerjaan yang harus diselaraskan.

Saat ini, berkas pengadaan DAK fisik tersebut sudah diserahkan ke Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) untuk dilakukan proses lelang. Dirinya berharap proses tender sudah bisa tayang di UKPBJ, minggu ini.

“Mudah-mudahan proses lelangnya bisa tayang minggu ini. Dengan begitu, bulan Juni nanti kita sudah bisa mulai pengerjaannya,” tandasnya.

Lebih jauh ia kembali menyinggung soal TIK. Menurutnya, pihak sekolah yang mendapatkan bantuan itu merasa bersyukur, karena dengan sarana dan prasarana tersebut pihak sekolah bisa menjalankan program Kementerian, yakni digitalisasi pendidikan era merdeka belajar melalui TIK.

“Jadi, dengan cepat kita melakukan pengadaan TIK itu, dan dengan cepat pula kita mendistribusikannya di awal tahun, karna barang ini sangat mereka butuhkan,” katanya.

Pasalnya, beberapa kegiatan di sekolah pada era digitalisasi sekarang ini membutuhkan TIK sebagai media penunjang. Seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), rapot pendidikan dan lain-lain.

Meski demikian, dirinya mengakui bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah-sekolah yang ada di Lombok Timur, masih belum memadai sebagai tempat belajar mengajar yang refresentatif.

Hal itu, urai dia, secara tidak langsung akan berdampak terhadap kualitas pendidikan di Lombok Timur. Sebab, penerapan strategi belajar sesuai yang dihajatkan oleh Kementerian Pendidikan tidak akan dapat terlaksana dengan baik jika sarana dan prasarananya tidak mendukung.

“Terutama untuk sarana fisik ini, masih banyak yang tidak refresentatif. Kita berharap, semoga pemerintah pusat bisa memberikan anggaran yang lebih besar lagi, demi investasi masa depan pendidikan di Lombok Timur,” harap dia memungkasi.

(PL/anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU