Sosialisasi Program SPAM Selatan, Sikap Warga Terbelah, Sebagian Besar Menerima

LOTIM – PorosLombok.com | Sosialisasi program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Selatan yang dihadiri langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur HM. Juaini Taofik di Kantor Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur pada Selasa (13/5) menuai pro dan kontra.

Pada acara sosialisasi yang dihadiri ratusan warga tersebut, beberapa perwakilan warga menyampaikan penolakannya dengan berbagai alasan.

Itu artinya sikap warga terhadap program tersebut terbelah, pro dan kontra. Pasalnya, beberapa hari lalu seorang tokoh terkemuka di wilayah itu menyampaikan dukungannya terhadap program itu, yakni TGH. Muslihin.

Dukungan itu menjadi istimewa, mengingat banyak masyarakat yang kemudian mengikuti sikap bijaksana sang Tuan Guru, yang didasari pemikiran kemaslahatan masyarakat banyak.

Pun dengan masyarakat wilayah selatan yang selama ini merasakan kesulitan mendapatkan akses air bersih sangat mendukung dan menunggu suksesnya program tersebut yang sudah sejak lama mereka impikan.

Sikap masyarakat yang terbelah, menurut Sekda, merupakan dinamika yang tentu harus disikapi secara arif dan bijaksana. Menurutnya, dukungan yang ada tentu menjadi point penting dalam mensukseskan program strategis Presiden Jokowi tersebut.

“Sebagian menolak, dan kebanyakan masyarakat sekitar menerima dengan baik adanya pemberian dana dari pusat untuk pembangunan SPAM tersebut,” katanya.

“Alhamdulillah masyarakat bisa menerima saya dengan baik untuk mensosialisasikan program SPAM Selatan ini,” imbuhnya.

Sekda menandaskan, Pemda dan masyarakat Lombok Timur seyogyanya bersyukur atas diberikannya program senilai Rp.120 Miliar ini, oleh Pemerintah pusat.

Hal itu, jelas dia, menjadi gambaran bahwa Pemerintah pusat sangat atensi dan melirik kabupaten Lombok Timur. Tentu Pemda dan masyarakat harus menjawab kepercayaan itu dengan sebuah dukungan.

Sekda menyebut, program SPAM ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah kecamatan Sikur dan masyarakat di wilayah selatan yang sangat kekurangan air.

Hemat dia, debit air tersebut tidak akan berkurang, karena tim yang menangani proyek ini sudah memikirkan aliran dan saluran air tersebut, dan juga tidak semua mengalir ke ke selatan.

“Kalau kita tolak bantuan dari pusat ini, tentu sangat disayangkan. Kapan lagi kita diberikan dengan jumlah yang seperti ini. Berjalannya program SPAM ini, kedepannya mungkin kita dapat program lain juga dari pusat,” tukasnya.

Karena itu, Sekda berharap, kepada masyarakat Kecamatan Sikur agar bersama – sama mendukung penuh program ini, agar bisa berjalan dengan lancar.

“Terkait penolakan tuntutan masyarakat tersebut, nantinya kita sama – sama mencari solusi mana yang terbaik nya,” demikian Sekda.

Editor: anas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU