Menakar Untung Rugi Program SPAM Untuk Masyarakat di Lombok Timur, Untungkah atau Malah Buntung?

LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com | Melihat permasalahan air minum yang belum terjamin kualitasnya di Lombok Timur, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur didukung penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) memulai proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Dari data yang diperoleh PorosLombok.com, saat ini di Lombok Timur sebanyak 7 dari 21 Kecamatan yang ada mengalami kekurangan air bersih, diantaranya, Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sambelia, Suwela, Aikmel, dan Lenek.

Khusus daerah bagian Selatan, pada tahun 2023 Pemda memprioritaskan untuk akses air bersih menyentuh ke 6 Kecamatan dengan 39 Desa yang nantinya di lalui program SPAM Pantai Selatan.

Kekhawatiran Masyarakat Akan Stok Air di Titik Pengambilan

Namun dibalik misi mulia proyek SPAM Pantai Selatan tersebut, seperti apa dampak yang akan didapatkan masyarakat, khususnya bagi masyarakat di dua desa yang menjadi pusat pengambilan mata air, yakni Desa Kotaraja dan Tetebatu.

Jika mengacu pada asumsi kerugian yang ditimbulkan, khususnya pada mata air yang digunakan, dalam SPAM tersebut adalah air permukaan, namun sungai yang akan dijadikan sumber utama pengambilan proyek SPAM banyak dialiri dari mata air di wilayah hulu.

Hal tersebut disampaikan langsung Perwakilan warga Desa Kotaraja, Muslihin setelah dikonfirmasi media ini, Jumat (26/5/2023).

“Memang benar di daerah hulu terdapat banyak pohon yang menyimpan air, namun karena pengaruh globalisasi, masyarakat hulu juga sangat kekurangan air saat ini,” tegasnya.

Dikatakan Muslihin, Masyarakat mungkin tidak akan menolak program SPAM tersebut jika tidak banyak sumber air yang telah dimanfaatkan, namun kenyataannya, sudah banyak aliran pipa air yang di aliri ke selatan yang melewati kotaraja.

“Mungkin saat ini kami masih bisa menikmati air saat ini. tapi bagaimana dengan anak cucu kami nantinya,” tanyanya.

Janji Pemda Lakukan Reboisasi Hutan Untuk Menjaga Debit Air

Berkaitan dengan itu, Pemda juga telah menyampaikan beberapa solusi masa depan.

Sekretaris Daerah (Sekda Lombok Timur telah melihat seluruh wilayah yang ada di Lombok Timur bagian utara yang menjadi pusat pengambilan air proyek SPAM.

“kita sudah cek melalui satlit, memang banyak kawasan kita yang gundul di Utara tadi sudah diukur yang luasnya sampai dengan 2500 hektar, saya jamin 2024 harus ada program reboisasi,” tegas Sekda.

Upaya itu dilakukan Pemda untuk menjawab kekhawatiran masyarakat akan dampak pemanasan global yang mungkin dapat mengurangi kualitas dan debit air di 2 tempat pengambilan tersebut.

Sekian Liter Air Per Hari Bukan Seluruhnya Untuk Masyarakat Selatan

Berkaitan dengan jumlah liter perhari yang akan diarahkan ke bagian Selatan, dijelaskan Sekda memang jumlahnya mencapai 170 liter perhari, akan tetapi jumlah tersebut tidak seluruhnya disalurkan ke daerah Selatan Semata

Mengenai jumlah saluran sekian liter ini diakui memang masih menjadi perdebatan, hingga Pemda bersama dengan pihak terkait akan meninjau debit air dan jumlah salur yang bisa di tolerir nantinya.

“Itu akan kita kerjakan, nanti 3 hari, yakni dimulai hari ini, Jumat, Sabtu, dan Minggu, Senin baru kemudian akan kita mulau,” katanya.

6 Kecamatan dan 39 Desa di Lombok Timur Akan Ikut Menerima Manfaat

Program SPAM rupanya juga bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Selatan Lombok Timur, akan tetapi bagi 6 Kecamatan dan 39 Desa yang saat ini masih mengalami krisis air bersih.

“Sekarang ini angka kecukupan air minum kita di Lombok Timur 60 persen, dengan adanya SPAM Selatan kita berharap angkanya meningkat dari 80 sampai 90 persen,” ucap Sekda.

Ditegaskannya, saat ini di Lombok Timur, permasalahan masyarakat tentang air bukan hanya di hadapi oleh masyarakat yang ada di Jerowaru saja, namun juga ada sebagian di Kecamatan Sikur, Sakra, dan juga di Keruak.

Untuk itu, hadirnya program SPAM Selatan itu diharapkan menjadi jalan agar setiap Kecamatan yang dilalui pipa SPAM akan kebagian aliran air bersih.

“Misalnya besok warga Sikur sekarang tidak bisa dilayani PDAM karena sumber air tidak ada, kalau SPAM ini berjalan maka pipa alirannya bisa di tapping (Sadapan tekanan),” katanya.

Sekda juga sebelumnya telah mencermati apa yang menjadi rencana awal program SPAM tersebut.

Dimana air yang berasal dari 2 mata air di Desa Kotaraja dan Tetebatu tersebut bukan langsung disedot sesua jumlah perantaranya.

Namun 6 Kecamatan yang dilalui akan bisa menikmati, tetapi dengan satu syarat melalui pelanggan PDAM, karena ketika bangunan tersebut di serahkan ke Pemda, ada aturan yang mengatakan, operator air minum di Pemda hanya di PDAM.

“Ada 6 Kecamatan dan 39 desa yang akan menerima manfaat, jadi kita harapkan permakluman semua pihak bagi keberlangsungan masyarakat kita di Lombok Timur,” katanya.

Program SPAM Sebagai Upaya Suport Program Prioritas Daerah

Sekda juga menjelaskan, jika ingin mensukseskan beberapa program prioritas di daerah seperti Stunting, Angka Kemiskinan, IPM, maka dari itu penyebab utamanya harus diatasi yakni kekurangan air tersebut.

“Kita ini Stunting kita mau turunkan, angka kemiskinan kita mau turunkan, IPM kita mau naikkan, tetapi salah satu penyebab mengapa orang stunting kurang bersih airnya, mengapa kurang bersih kurang air, ini upaya bersama,” jelasnya.

Selain itu, dia menjelaskan, kapasitas air untuk setiap yang dilalui pipa SPAM ini bisa sampai 75 ribu rumah tangga.

“Artinya bisa dilewati juga misalnya warga kita di sikur, sikur barat, semaya, sakra, keruak yang mau daftar PDAM bisa dilayani, saya ibaratkan ini adalah kalau listrik itu jaringan induk, kan tidak mungkin ada istilahnya kilometer dirumah kalau tidak ada jaringan induk,” jelas Sekda.

Selain itu, Program SPAM juga ditaksir akan berdampak pada sektor wisata di Lombok Timur.

“kalau dampak wisata kita hidup, saya katakan kalau ada wisatawan betul di selatan ini, menginap dia membayar 10 juta, pasti 1 juta masuk ke Pemda, uang itu pasti akan kita puter juga untuk semua masyarakat di Lombok Timur,” demikian Sekda.

Program SPAM Mendapat Dukungan Dari Tokoh Masyarakat Setempat

Dukungan terhadap Program SPAM juga disuarakan oleh beberapa tokoh, dari tokoh agama hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur.

Seorang tokoh agama di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, TGH Muslihin mendukung program penyediaan air minum di pantai selatan wilayah tersebut.

TGH Muslihin justru mengajak masyarakat untuk bersyukur dengan adanya proyek SPAM pantai selatan itu.

Ia bahkan memimpin doa saat peletakan batu pertama proyek itu di SMKN 1 Kotaraja pada beberapa waktu yang lalu.

Dikatakannya, program SPAM itu akan banyak manfaatnya untuk masyarakat, khususnya bagi masyarakat Lombok Timur yang ada di bagian selatan.

Pun begitu dengan Ketua DPRD Lombok Timur, Daeng Paelori yang meminta kepada Pemda untuk tetap melaksanakan proyek tersebut kendati dihadapkan dengan berbagai penolakan.

Daeng mengatakan, banyak penolakan terjadi imbas kurangnya sosialisasi dari Pemda ke masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di sekitar jalur pipa SPAM.

Daeng secara tegas juga menekankan apabila tetap ditolak, proyek SPAM itu direncanakan akan terus dilanjutkan mengingat kegunaan hasilnya untuk kepentingan umum.

“Air itu kepentingan umum dan tugas kita di selatan adalah masalah air ini, kalau sudah disosialisasikan baik, dilakukan upaya negosiasi dengan bagus, namun masyarakat tetep nolak, tetep saja lanjut atas nama kepentingan umum,” tutupnya.

(Yami Ulandari/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU