Inspiratif, Puluhan Pemuda Gotong Royong Bersihkan Selokan di Sakra

LOTIM – PorosLombok.com | Mengantisipasi munculnya berbagai sumber penyakit, puluhan pemuda Dusun Dalem Lauk Gubuk Njak-njak, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur bekerjasama dengan Puskesmas Sakra membersihkan sampah dan selokan yang ada di seputaran perumahan warga setempat.

Selain itu, para pemuda tersebut juga mengangkat sedimen yang menyebabkan selokan jadi tersumbat hingga menyebabkan genangan air, meski saat ini tidak sedang musim hujan.

Kondisi itu dikhawatirkan bisa menjadi sumber pembiakan nyamuk demam berdarah, terlebih saat ini beberapa kasus demam berdarah sudah mulai muncul di wilayah kecamatan Sakra.

Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Sakra, Badri, kepada poroslombok.com di sela-sela kegiatan gotong royong, Jumat (9/6/2023).

“Kegiatan ini atas inisiatif para pemuda bekerjasama dengan Puskesmas. Tujuannya untuk mencegah DBD yang sudah mulai ada beberapa kasus yang kita tangani,” terangnya.

Kegiatan tersebut merupakan program lanjutan setelah sebelumnya atau dua minggu yang lalu kegiatan serupa juga sudah dilakukan.

Kedepan, tambah dia, setelah dilakukan pembersihan rencananya akan membendung air selokan tersebut untuk dimanfaatkan sebagai penangkaran ikan lele.

“Kalo banyak jentik-jentik nanti kita lepaskan ikan lele. Ikan lele ini sebagai pengkor untuk mencegah jentik nyamuk,” jelasnya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat terutama para ibu-ibu agar tidak membuang sampah sembarangan. Terutama sampah rumah tangga seperti bekas cucian perabotan yang menggunakan abu gosok yang lambat laun akan menyumbat saluran yang ada.

Di tempat sama, Toni atau Bapak Gazan selaku penggerak pemuda dusun setempat mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan guna menumbuhkan kesadaran mandiri para pemuda terhadap lingkungannya.

“Jadi kita tidak mau viral atau apa. Tetapi kami memandang perlunya menginisiasi kesadaran para pemuda, termasuk di dusun yang lain. Karna kalo bukan kita, siapa lagi,” ujarnya.

Menurut dia, kebersihan dan kesehatan lingkungan tak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah desa. Terlebih, jelas dia, pemdes tidak akan peduli jika tidak didobrak.

Karenanya, Toni memandang perlunya para pemuda di masing-masing dusun maupun desa sebagai pelopor kebersihan lingkungan, sekaligus sebagai upaya nyata mendobrak kepedulian pemerintah desa.

“Intinya, kalo bukan kita (para pemuda-red) desa mana mau peduli,” tandasnya.

Ia menambahkan, selain program lingkungan bersih, para pemuda tersebut juga rencananya akan membuat lapak untuk berjualan masyarakat setempat.

“Selain lingkungan bersih, harapan kami selaku pemuda di tiap hari ahad akan berjejer pedagang yang di jual sama ibu-ibu setempat, dan nama program kami “SUNDAY MORNING” pungkasnya.

(PL/anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU