LOTIM – PorosLombok.com | Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peternakan Sakra wilayah kerja Sakra Timur menargetkan program posyandu ternak (posyanak) tuntas 100 persen, bulan ini.
Koordinator UPT Peternakan wilayah kerja Sakra Timur drh. Holidi memastikan untuk dapat memberikan pelayanan posyandu terhadap seluruh populasi ternak yang ada di wilayah kecamatan Sakra Timur, hingga pekan depan.

“Jika tidak ada kendala, kami pastikan semuanya bisa tuntas pekan depan,” ucapnya ketika dikonfirmasi poroslombok.com, Jum’at (11/8/2023).
Dikatakannya, dalam pelaksanaan posyanak tersebut pihaknya melibatkan para kepala wilayah (kawil) dan kaur desa di masing-masing desa sebagai pemandu untuk menunjukkan keberadaan kandang ternak di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
“Jadi kita datang untuk permisi ke Kawil ataupun kaur desa sebagai penguasa wilayah, sambil kita bawakan disinfektan dan obat-obatan,” imbuhnya.
Untuk desa yang jumlah populasi ternaknya sedikit diberikan waktu dua hari untuk menghabiskan obat-obatan yang sudah dibagikan hari ini, yakni desa Lenting dan Montong Tangi.
Sedangkan bagi desa yang jumlah populasinya banyak seperti desa Gereneng, dirinya memberikan waktu 3-4 hari untuk menyisir titik-titik yang selama ini sulit dijangkau, bahkan mungkin belum pernah terdata.
“Untuk penyuntikan vaksinnya saya yang turun langsung ke lapangan, dibantu dua orang paramedis dan satu orang staf ahli medis,” paparnya.
Program posyanak di kecamatan Sakra Timur sudah dimulai sejak awal Juli lalu dengan menyasar semua desa yang ada, dengan dibantu para inseminator dan paramedis dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur.
Untuk memastikan semua hewan ternak mendapatkan layanan posyanak, maka memasuki bulan Agustus ini pihaknya merubah strategi dengan cara melakukan penyisiran ke titik-titik yang jauh dari jangkauan.
“Kadang-kadang desa itu kan tidak tau di situ ada masyarakatnya yang beternak, dan tidak pernah didata. Nah itulah yang coba kita sisir,” ujarnya.
Selain itu, sasaran target untuk divaksin adalah sapi / kambing yang baru melahirkan. Menurut dia, pada bulan ini dirinya menerima banyak laporan dari seminator tentang banyaknya sapi yang melahirkan di wilayah kerjanya.
“Nah sapi yang melahirkan ini kita data untuk menjadi sasaran berikutnya. Nanti kita tunggu dua bulan, baru kita berikan vaksin,” jelasnya.
Kemudian yang menjadi target sasaran berikutnya adalah sapi pendatang yang biasanya dibawa masuk oleh para saudagar. Sapi yang baru datang harus dipastikan apakah di tempat sebelumnya pernah divaksin atau tidak.
“Jadi kita tanya, apakah sudah divaksin ato tidak. Kalo belum maka kita berikan vaksin. Tapi kalo sudah, kita tanya sudah berapa kali, kalo baru satu kali kita akan lanjutkan untuk vaksin kedua dan ketiga,” demikian Holidi.
Sebagai tambahan informasi, tujuan dari vaksinasi adalah untuk memberikan kekebalan (antibodi) pada ternak, sehingga dapat melawan antigen atau mikro-organisme penyebab penyakit.
Vaksinasi adalah pemberian antigen untuk merangsang system kebal menghasilkan antibody khusus terhadap penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan protozoa. Seperti diketahui, penyakit pada ternak itu terbagi atas penyakit infeksi dan penyakit non infeksi.
Penyakit infeksi bisa disebabkan oleh paparan bakteri (penyakit bakterial), virus (penyakit viral), parasit (penyakit parasiter) atau cendawan (penyakit mikal). Penyakit bakterial seperti Anthraks dan ngorok (SE) serta penyakit viral seperti penyakit mulut kuku (PMK) dapat dicegah dengan cara vaksinasi.
(PL – anas)















