Lombok Timur, PorosLombok –
Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur menyambut baik Kelas orang tua hebat yang merupakan program Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dalam upaya menjaga tumbuh kembang anak dan menurunkan stunting.
“Kelas orang tua hebat ini, menyasar tim Pkk ditingkat desa dan PLKB, dalam kapasitasnya sebagai tim pendamping keluarga,” ucap Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur Hj Nurhidayati usai mengikuti acara kelas orang tua Hebat yang bertempat di gedung wanita, Senin (04/12).
Dengan adanya kelas orang tua hebat ini, diharapkan bagi seluruh anggota yang memiliki sasaran di 1000 hari kehidupan dari sejak hamil sampai anak berusia 2 tahun dapat terus intensif melakukan pendampingan, sesuai dengan materi yang telah diajarkan, yang dimana titik tekannya adalah bagaimana kembali ke Fitrah yang sudah disiapkan oleh tuhan.
“Jadi setiap ibu ketika melahirkan siap menyusui bayinya, karena ini adalah obat alami dari tuhan untuk mengatasi gizi buruk dan stunting, sederhana saja sebenarnya, tinggal mengikuti petunjuk yang di buku KIA yang diberikan kepada para ibu,” jelasnya,
Selain itu, ia menekankan perlu adanya pendekatan sikologi Converenting yaitu kerjasama antar kedua orang tua, dalam hal ini seorang ayah juga harus berperan dalam menentukan kesuksesan sebuah keluarga yang aman ataupun bebas dari stunting.
ia pun mencontohkan, dalam pemberian makan, bukan hanya tugas seorang ibu namun ayah juga berperan, dalam hal ini memberikan daya keteladanan terhadap anak, karena ketika seorang anak melihat ayahnya sedang makan dan sebagainya tentu cendrung akan mengikuti.
“Karena anak menganggap seorang ayah itu sangat istimewa, mengingat seorang ayah kadang-kadang jarang dirumah,” ujarnya.
lebih lanjut, Ia menjelaskan terkait makanan pada anak yang diberikan oleh pemerintah daerah berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT), ini hanyalah sebagai contoh sehingga makanan tersebut tidak bisa menjamin untuk mengatasi stunting, karena yang paling penting adalah pola pengasuhan, itupun kata dia, Pemerintah sudah menyiapkan dalam bentuk edukasi.
“seperti di buku KIA untuk umur sekian makanannya ini, baik dari tingkat kelembekannya, jumlah kuantitas dan kualitasnya sudah dijelaskan disana, nah ini tugas kita sebagai pendamping bagaimana menggiring masyarakat yang berada dimasa 1000 hari kehidupan itu komit dan konsentrasi hanya berpedoman di buku tersebut,”bebernya.
Maka dari itu, saat ini Pemerintah lebih menekankan tata cara pola asuh yang maksimal, agar para orang tua bisa memahami apa yang dirasakan oleh seorang anak ketika ada beberapa kejadian atupun sebagainya.
“Jika anak menangis ketika diberi ASI (air susu Ibu) ataupun PMT, berarti ada hal-hal yang harus diedukasi di orang tua yang belum faham secara teknis dan sebagainya,” terangnya.
Sehingga boleh dikatakan, Stunting sebagian besar diakibatkan kurang baiknya pola asuh dalam hal ini kemampuan orang tua dalam menyediakan makanan yang bervariasi dan bergizi.
“makanan ini tidak perlu mewah, yang ada saja contoh seperti telur tempe dan sebagainya, malah kami himbau orang tua jangan memberikan anaknya makanan yang instan karena sangat berbahaya,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok).
















