LOTIM – PorosLombok.com | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur Mahrus, SH merupakan sosok yang selalu konsekuen terhadap tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
Dalam setiap kesempatan pria yang mewakili masyarakat Dapil 5 ini selalu terlihat di kantor dewan yang ada di kebon raja itu. Bahkan dirinya hampir tidak pernah absen dalam setiap moment rapat paripurna.
Menurut dia, meski kehadiran anggota DPRD di kantor tidak wajib, namun ada tanggung jawab moril kepada masyarakat yang telah menitipkan amanah kepadanya. Maka hal itu harus dijawab dengan sikap selayaknya wakil rakyat.
“Memang kita tidak wajib ngantor. Tapi kan masyarakat bisa menilai kinerja kita seperti apa,” kata Mahrus saat ditemui poroslombok di ruang Fraksi PKB kantor DPRD Lotim, Kamis (4/1/2024).
Masih kata dia, sangat penting seorang anggota DPRD berada di kantor saat tidak ada tugas ke luar daerah atau tugas kepartaian yang tidak tidak bisa diwakilkan.
Alasannya, sewaktu-waktu masyarakat datang mengadu ke kantor dewan, maka masyarakat tersebut tentunya akan merasa puas karena dilayani oleh anggota dewan yang telah diberikan kepercayaan sebagai penyambung aspirasi mereka.
“Kan sewaktu-waktu ada juga masyarakat kita yang datang langsung untuk mengadukan permasalahan mereka. Kalo mereka tidak menjumpai kita di kantor, tentu mereka akan sangat kecewa,” ujarnya.
Karenanya, seorang anggota dewan perlu membangun dan menunjukkan budaya disiplin dalam bekerja. Sebab tak hanya tanggung jawab kepada masyarakat saja, tetapi harus diingat ada tanggung jawab kepada tuhan yang tidak boleh dilupakan.
“Insyaallah selama ini saya selalu on time (tepat waktu-red). Kalo ada rapat paripurna jam 10, jam 9 saya sudah di kantor,” akunya.
Menurut hemat dia, dengan selalu menghadiri setiap agenda rapat, maka sudah barang tentu banyak hal yang bisa ia ketahui. Bahkan banyak pengetahuan yang bisa ia dapatkan, terutama terkait arah kebijakan pemerintah daerah.
“Sebodoh-bodohnya kita, kalo kita selalu mengikuti rapat tentu banyak hal yang kita tau. Dan itu penting agar ketika masyarakat bertanya tentang sesuatu hal, maka kita bisa jawab,” demikian Mahrus. (Anas/PL)















