Tak Ada Kompromi, PDAM Lotim Cabut Puluhan Water Meter Pelanggan Nakal

LOTIM – PorosLombok.com || Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur terus berupaya memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan. Saat yang sama perusahaan milik daerah ini melakukan upaya penertiban terhadap pelanggan.

Direktur teknik PDAM Lombok Timur L. Sriadi mengatakan, pihaknya tidak memberikan toleransi dan kompromi terhadap pelanggan nakal yakni yang menonggak selama tiga bulan keatas.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolelir alasan apapun baik alasan tidak sempat atau tidak ada waktu untuk membayar, tidak pernah atau jarang makai, jarang di rumah ataupun dengan alasan tidak punya uang.

“Kita tidak ada kompromi terhadap pelanggan nakal atau nonggak selama tiga bulan keatas. Petugas kami akan datang dan langsung mencabut meternya,” ungkap L. Sriadi, Jum’at (26/7/24).

Ia membeberkan, terdapat ratusan lebih pelanggan yang sudah terdeteksi tidak pernah membayar selama tiga bulan, bahkan ada yang lebih dari tiga bulan.

Dari jumlah tersebut sebanyak dua puluh pelanggan yang sudah dicabut water meternya lantaran tidak bersedia melunasi tonggakannya.

Mayoritas pelanggan yang nonggak berada di dua kecamatan yakni kecamatan Sukamulia dan Selong, terutama di beberapa kawasan perumahan BTN.

“Banyak yang beralasan tidak ada waktu dan kesempatan, itu alasan klasik. Karna kita sudah ada pelayanan online melalui Bank Mandiri, Shoppee, dan melalui Pos juga bisa,” terangnya.

Selain alasan-alasan diatas, ada pula yang tidak bersedia membayar karena bersifat tonggakan warisan, seperti kos-kosan yang dimana penghuni sebelumnya tidak pernah membayar.

Khusus untuk kasus tersebut, pihak PDAM melakukan upaya komunikasi dengan pemilik kos-kosan, apakah pemilik bersedia melunasi tonggakan tersebut, atau membebankan kepada penyewa yang baru. Jika tidak ada kesepakatan apapun, maka water meter harus dicabut.

“Pelanggan nakal yang tonggakannya 2 juta misalnya harus kita opseh dia (dihilangkan jadi pelanggan), baru kita pasangkan ke pelanggan yang baru. Dengan catatan bersedia melunasi tonggakan itu, karna PDAM tidak mau rugi,” demikian L. Sriadi.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU