(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Di tengah stabilitas ekonomi yang diklaim pemerintah daerah, Lombok Timur dikejutkan dengan serangkaian kasus bunuh diri di Jerowaru dan Sambelia. Ironisnya, tragedi ini diduga dipicu oleh tekanan ekonomi dan utang, memunculkan pertanyaan besar di benak masyarakat: apa yang sebenarnya terjadi?
Penjabat Bupati Lombok Timur, Drs. HM. Juaini Taofik, M.AP, dengan tegas menyatakan bahwa hubungan antara ekonomi dan angka bunuh diri tidak selalu berjalan beriringan. Mengutip Korea Selatan sebagai contoh, Juaini menggambarkan bagaimana negara dengan perekonomian kuat pun tidak luput dari tingginya angka bunuh diri. “Jangan mudah menyimpulkan bahwa ekonomi buruk setara dengan bunuh diri,” tegasnya. Selasa (10/09).
Dalam data statistik, Lombok Timur dikatakan masih dalam kondisi ekonomi yang stabil. Namun, apakah stabilitas ini cukup untuk menenangkan keresahan warga? “Kementerian Dalam Negeri terus memantau, dan sejauh ini belum ada gejolak berarti,” ujar Juaini, mencoba meyakinkan.
Di luar konteks ekonomi, Juaini menyoroti peran psikologis dan keluarga dalam mencegah bunuh diri. Teralienasi dari keluarga sering kali menjadi akar masalah yang tak terlihat. “Komunikasi dalam keluarga harus diperkuat, jangan sampai ada yang merasa terasing,” ia mengingatkan.
Lebih jauh lagi, Juaini percaya bahwa solusi sosial lebih menjanjikan dibandingkan pendekatan ekonomi semata. Ia mengajak masyarakat untuk kembali ke akar budaya lokal yang menekankan kebersamaan, seperti makan bersama dan berbagi cerita. “Kearifan lokal adalah kunci menyelesaikan masalah sosial dan pribadi,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Langkah-langkah konkret disiapkan untuk memonitor dan menanggulangi masalah ini. Program yang mendukung kesejahteraan mental dan sosial warga akan terus digalakkan, diharapkan mampu menjadi tameng dari kejadian serupa.
Dengan segala inisiatif tersebut, Juaini berharap Lombok Timur dapat kembali menjadi tempat yang harmonis, di mana setiap individu merasa didukung dan tak ada lagi kasus bunuh diri yang menghantui.
(Arul/ PorosLombok)














