Lombok Timur, PorosLombok.com – Hujan deras yang mengguyur Desa Anggaraksa, Kecamatan Peringgabaya, Lombok Timur, pada Minggu (15/12) mengakibatkan banjir parah yang merendam jalan utama yang menghubungkan desa tersebut dengan Labuhan Lombok.
Akibatnya, sejumlah kendaraan terjebak mogok setelah mesin mereka mati akibat terendam air.
Pantauan PorosLombok.com, genangan air di jalan tersebut mencapai kedalaman 30 hingga 40 sentimeter, sehingga menyebabkan pengendara kesulitan melintasi jalan tersebut. Meskipun demikian, jalan ini tetap menjadi satu-satunya akses vital yang digunakan warga dan pengendara untuk menuju Labuhan Lombok.
Banjir yang melanda jalan utama tersebut memaksa pengendara untuk turun dan mendorong kendaraan mereka. Beberapa sepeda motor bahkan mengalami kerusakan mesin akibat terendam air yang cukup dalam.
“Setiap musim hujan, banjir selalu terjadi di sini. Sejak dulu, jalan ini memang belum ada perbaikan,” ujar Rahmad, salah seorang warga Angaraksa yang ditemui di lokasi.
Rahman, seorang pengendara asal Sambelia, juga merasakan nasib serupa. Ia terjebak banjir dengan motornya yang mati mesin.
“Airnya semakin tinggi, saya terpaksa mendorong motor untuk bisa melanjutkan perjalanan,” keluhnya.
Warga setempat berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan jalan yang menghubungkan Desa Angaraksa dengan Labuhan Lombok, mengingat jalan ini merupakan akses utama yang sangat dibutuhkan warga.
Wakil Ketua DPRD Lombok Timur, Waes Al Qarni, yang dikonfirmasi terkait masalah ini, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur untuk segera turun tangan dengan alat berat guna menangani permasalahan tersebut, terutama dalam membersihkan saluran irigasi yang tersumbat.
“Penyelesaian masalah ini bisa menggunakan dana tidak terduga yang saat ini sedang digunakan untuk menangani bencana kecil seperti ini,” jelas Waes. kepada PorosLombok, Senin (26/12).
Waes juga menambahkan bahwa upaya serupa sebelumnya sudah dilakukan di wilayah selatan, di mana alat berat langsung diterjunkan untuk mengatasi banjir. Mengenai perbaikan jalan, ia memastikan bahwa jika anggaran memungkinkan, perbaikan akan dilakukan pada 2025.
“Ada 87 ruas jalan yang akan dikerjakan pada 2025. Jika jalan ini masuk dalam daftar, akan segera diperbaiki. Namun, jika tidak, kami akan anggarkan pada tahun berikutnya,” tandasnya
(Arul/PorosLombok)














