Tetebatu Tertatih, Jalan Rusak Jadi Kendala Utama Bagi Wisatawan

Lombok Timur, PorosLombok.com – Pelaku wisata di kawasan Tetebatu, salah satu destinasi unggulan Lombok Timur, mengeluhkan kondisi jalan pariwisata yang rusak. Genangan air akibat hujan deras makin memperburuk situasi, membuat akses menuju destinasi wisata ini tidak nyaman bagi pengunjung.

Salah satu pelaku wisata, Mariani Rusli, secara tegas meminta perhatian pemerintah terhadap masalah infrastruktur ini. Menurutnya, jalan yang rusak bukan hanya mengganggu mobilitas wisatawan, tetapi juga merusak citra Tetebatu sebagai desa wisata unggulan.

“Kondisi jalan di Tetebatu ini sangat memprihatinkan, apalagi kalau musim hujan. Kami berharap jalan segera diperbaiki. Kalau bisa, diperluas dan dipasang lampu penerangan agar lebih nyaman dan aman,” ujar Mariani, Selasa (24/12).

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini, pelaku wisata di Tetebatu hanya bisa mengandalkan gotong royong untuk menangani kerusakan jalan. Dengan dana swadaya, mereka secara mandiri memperbaiki jalan di beberapa titik yang paling parah.

“Setiap enam bulan sekali kami bergotong royong bersama pemilik bungalow. Fokus utama kami adalah perbaikan jalan di kawasan Orang Grisak, yang sering menjadi keluhan wisatawan,” kata Mariani dengan nada kecewa.

Tetebatu, yang pernah masuk nominasi “Best Tourism Village” UNWTO pada 2021, kini menghadapi ironi besar. Jalan yang menjadi akses utama wisatawan justru minim perhatian pemerintah, padahal infrastruktur merupakan elemen vital untuk mendukung daya tarik pariwisata.

Mariani menambahkan, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada wisatawan, tetapi juga menghambat aktivitas masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. Ia menilai perbaikan infrastruktur seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah.

“Meningkatkan infrastruktur akan memberikan dampak besar. Jika jalan bagus, wisatawan akan lebih nyaman, dan ekonomi masyarakat akan ikut meningkat,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah daerah belum memberikan tanggapan terkait keluhan ini. Para pelaku wisata berharap ada langkah konkret yang segera diambil untuk memperbaiki jalan, sehingga Tetebatu bisa kembali bersaing sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU