PorosLombok.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing justru membawa berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Lombok Timur setelah angka kunjungan wisatawan mancanegara dilaporkan melonjak hingga 25 persen.
Kondisi eksternal tersebut memicu peningkatan daya beli para pelancong internasional secara signifikan saat menghabiskan masa liburan di daerah. Momentum pertumbuhan ini tercatat merata di sejumlah destinasi unggulan.
“Kenaikannya antara 20-25% kalau saya lihat di Sembalun dan Ekas ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur Widayat.Selasa (09/06/2026).
Pria yang akrab disapa Mas Wid ini menjelaskan bahwa lonjakan turis asing tersebut merupakan tumpahan omzet dari kawasan Bali dan Gili Trawangan. Para turis asal Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, hingga Eropa kini memilih bergeser ke Lombok Timur.
Durasi tinggal para pelancong luar negeri itu juga otomatis bertambah panjang dari yang biasanya hanya dua sampai tiga hari, kini mampu bertahan hingga sepekan penuh. Mereka memanfaatkan selisih kurs untuk berbelanja secara masif.
“Spending belanjanya dia semakin tinggi karena dia merasa bahwa barang kita lebih murah,” katanya.
Ia membeberkan bahwa fenomena ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar domestik yang justru sedang menunjukkan grafik penurunan. Wisatawan lokal dinilai menahan diri untuk berwisata akibat tekanan inflasi pada harga kebutuhan pokok.
Guna menyiasati kelesuan pasar lokal tersebut, Widayat langsung mengambil langkah cepat dengan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat kecamatan. Program hiburan rakyat mulai dikonsep secara matang.
“Kita akan menyelenggarakan Car Free Night disambung dengan Car Free Day di Pringgabaya,” ujarnya.
Mas Wid menambahkan bahwa agenda berkala itu sengaja didesain untuk merangsang emosi belanja masyarakat sekaligus membangkitkan gairah pelaku usaha mikro. Sektor ini diharapkan mampu menjadi katup penyelamat ekonomi warga.
Fokus pelibatan lapak dagang akan diprioritaskan bagi para pelaku UMKM rintisan serta kelompok pemuda setempat. Langkah ini diyakini efektif memutus rantai pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan baru yang kreatif.
“Mudah-mudahan nanti event ini berhasil, akan kita adakan juga di kecamatan-kecamatan yang lain,” pungkasnya.*















