Mataram, PorosLombok.com – Kendati masih seumur jagung, Institut Studi Islam Sunan Doe, Moyot, Sakra, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) kini bisa berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya yang telah beroperasi lama.
‘’Tidak ada yang diragukan lagi dengan kampus Sunan Doe,’’ kata Sekretaris Koordinasi Perguruan Tinggi Islam (Kopertais) 14 Mataram, Prof Dr. H. Zazar Naamy, M.Si dalam sambutannya pada acara wisuda perdana yang digelar di hotel Aston Mataram, Minggu (29/12).
Semua persyaratan dan legalitas, kata Prof Nazar, telah dikantongi oleh Sunan Doe. Baik kampus yang terakreditasi, prodi dan lainnya. ‘’Karena itulah Kopertais 14 Mataram merekomendasikan untuk menggelar yudisium, bahkan wisuda sarjana,’’ katanya.
Institut Studi Islam Sunan Doe hari itu mewisuda 128 wisudawan dari tiga fakultas. Sunan Doe sendiri memiliki Program studi (Prodi) tadris IPS, tadris kimia, pendidikan bahasa Arab, tadris bahasa Inggris, perbankan syariah dan tadris IPA.
Masih menurut Prof Nazar, Kopertais 14 Mataram membawahi 36 perguruan tinggi Islam di wilayah Bali – Nusra. Dalam catatan Kopertais 14 Mataram, kampus Sunan Doe berdiri dan memperoleh izin operasional dari Kementerian Agama (Kemenag) pada tahun 2020.
‘’Sekarang ini mendirikan perguruan tinggi cukup ketat, dan banyak komunitas masyarakat ingin mendirikan perguruan tinggi. Tetapi Sunan Doe mampu mendirikan perguruan tinggi terakreditasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,’’ katanya.
Di samping pejabat dari Kopertais 14 Mataram, hadir dalam acara wisuda perdana tersebut antara lain Prof Dr Melor MD Yunus, delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang sebelumnya Wakil Dekan bidang Riset di fakulti pendidikan UKM, serta DR Hanita Hanim Ismail, Ketua bidang kerjasama antar bangsa UKM serta Satya Muharraman MM, perwakilan dari Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI.
Menurut rektor Institut Studi Islam Sunan Doe, Moyot, Sakra, Bayu Islam Assasaki, SS, M.Hum, kampus Sunan Doe telah bekerjasama dengan UKM sejak beberapa tahun lalu.
‘’Kami saling bertukar mahasiswa dengan UKM tersebut,’’ kata rektor muda yang melabelkan prinsip ‘’Sedikit lebih beda daripada sedikit lebih baik’’ tersebut.
Bagi rektor, wisuda perdana ini adalah suatu kebanggaan dan mendapatkan prestasi yang gemilang. Bayu juga memberikan pandangan bahwa wisuda bukannya yang terakhir dalam mencari ilmu, tetapi justru awal untuk terus berikhtiar meningkatkan kapasitas diri masing-mnasing wisudawan di tengah masyarakat.
“Berbahagialah bagi kalian yang sudah diwisuda hari ini. Kerja keras selama ini akhirnya terbayarkan dan tetaplah menjadi kebanggaan untuk orang tua kalian,” ujarnya.
“Kami berharap kampus Sunan Doe menancapkan jati dirinya karena Sunan Doe itu selalu mau berbeda karena tagline kami adalah kita lahir original namun jangan mati sebagai peniru, sehingga kegiatan di kampus kami selalu berbeda dan harapan untuk wisuda selanjutnya juga akan berbeda,” tutupnya.















