Lombok Timur, PorosLombok.com – Pesta Bau Nyale di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, berlangsung meriah. Ribuan warga tumpah ruah di pantai untuk berburu cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.
Namun, di tengah kemeriahan itu, polisi punya misi lain. Tim gabungan dari Polres Lombok Timur, TNI, dan Satpol PP menyisir lapak-lapak pedagang di sekitar lokasi acara, mencari minuman keras yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
“Kami ingin memastikan acara ini tetap kondusif. Jangan sampai pesta budaya ini rusak gara-gara miras,” kata Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Oesman, Minggu (16/2).
Razia yang digelar pukul 16.00 WITA itu membuahkan hasil. Petugas menyita puluhan botol miras dari dua lokasi utama.
Di Pantai Kura-Kura, polisi mengamankan 24 botol air mineral 500 ml berisi tuak, 5 botol air mineral 500 ml berisi brem, serta 54 botol air mineral 1,5 liter berisi tuak. Sementara di Pantai Lendang Tampah Boleq, ditemukan 56 botol air mineral 1,5 liter berisi tuak dan satu ember penuh minuman keras tradisional tersebut.
Meski begitu, pedagang tak memberikan perlawanan. Polisi juga memastikan razia berjalan dengan pendekatan persuasif dan humanis.
“Kami tidak menakuti masyarakat, hanya ingin menjaga ketertiban,” tegas AKP Nikolas
Hingga acara berakhir, suasana tetap aman dan terkendali. Warga tetap antusias menangkap nyale di sepanjang pantai.
“Situasi kondusif, masyarakat bisa menikmati Bau Nyale dengan nyaman,” pungkas AKP Nikolas.
Arul | PorosLombok

















