Dinkes Lombok Timur Skrining Komunitas LSL Guna Tekan Kasus HIV

Dinkes Lombok Timur mengintensifkan skrining kesehatan dan edukasi pola hidup sehat pada kelompok berisiko tinggi guna menekan penularan serta membongkar fenomena gunung es kasus HIV.

PorosLombok.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur memperkuat tindakan preventif dengan mengintensifkan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan medis guna mengantisipasi lonjakan kasus infeksi HIV di tengah masyarakat, Sabtu (16/5/2026).

​Langkah taktis instansi medis ini memprioritaskan pelaksanaan penapisan kesehatan massal yang menyasar sejumlah kelompok populasi dengan tingkat risiko penularan paling tinggi di berbagai wilayah kecamatan.

​”Kelompok yang saat ini perkembangannya cukup signifikan dan sangat berisiko terhadap penularan HIV adalah komunitas LSL,” ujar Kepala Bidang P2PL Dinkes Lombok Timur Syahid Ramadhan.

​Syahid memaparkan bahwa fenomena hubungan seksual sesama jenis menjadi faktor pemicu utama yang mempercepat grafik penyebaran virus pemutus kekebalan tubuh tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

​“Untuk menekan angka penyebaran, petugas rutin melakukan pemeriksaan dini serta memberikan edukasi pola hidup sehat,” katanya.

​Tim medis bergerak aktif mendatangi kantong-kantong perkumpulan guna memastikan setiap individu mendapatkan akses deteksi awal secara cepat, rahasia, dan gratis tanpa biaya pungutan.

​Petugas lapangan menekankan pentingnya kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral secara terjadwal bagi warga yang telah terkonfirmasi positif demi mempertahankan kualitas hidup serta menekan replikasi virus.

​“Pihak dinas juga menggandeng berbagai komunitas peduli guna mempermudah pendekatan di lapangan,” jelasnya.

​Kolaborasi dengan organisasi non-pemerintah ini dinilai efektif untuk menembus barikade psikologis dan mengatasi hambatan komunikasi yang kerap terjadi pada kelompok marjinal.

​Melalui pendekatan humanis berbasis kemitraan tersebut, pemerintah daerah optimistis target penemuan kasus baru dapat tercapai secara optimal untuk segera mendapatkan penanganan medis lanjutan.

​“Diharapkan kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan meningkat, sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap penderita,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU