Mataram, PorosLombok.com – Perayaan Hari Jadi (Hadi) ke-72 Organisasi Islam Nahdlatul Wathan (NW) dipastikan digelar setelah Idulfitri pada April 2025 mendatang.
Ketua Panitia Hadi NW ke-72, Syamsu Rijal, mengatakan semula acara ini direncanakan berlangsung bulan ini. Namun, karena bertepatan dengan bulan Ramadan, panitia sepakat untuk mengundurnya ke bulan April.
“Keputusan organisasi sudah disepakati untuk diundur, sehingga insyaallah akan digelar usai Lebaran Idulfitri,” ujar Syamsu Rijal di Mataram, Sabtu (1/3).
Terkait lokasi pelaksanaan, panitia masih berkoordinasi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) sebelum diumumkan kepada jamaah.
“Kami sedang berkoordinasi dan meminta petunjuk Ketum PBNW. Insyaallah secepatnya kami akan informasikan kepada jamaah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNW, TGKH. Lalu Gede M. Zainuddin Atsani, mengimbau seluruh jamaah NW untuk memeriahkan Hadi NW ke-72 dengan memperbanyak ibadah dan menggelar kegiatan sosial.
“Mumpung ini bulan puasa, kami mengajak seluruh jamaah di pelosok negeri untuk memperbanyak ibadah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” katanya.
Dia juga menyerukan kepada seluruh pengurus NW di Indonesia agar menggelar hiziban dan bakti sosial di daerah masing-masing.
“Kami meminta seluruh pengurus, dari tingkat pusat hingga ranting, untuk menggelar hiziban dan memperbanyak sedekah. Kami juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga keberkahan selalu menyertai kita semua,” tandasnya.
Sejarah Singkat Nahdlatul Wathan
Nahdlatul Wathan (NW) merupakan organisasi massa Islam yang didirikan oleh Pahlawan Nasional asal NTB, Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pada 1 Maret 1953 di Dusun Bermi, Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.
Sejak berdiri, NW berkembang pesat dan menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini memiliki banyak lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, NW juga aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah Islamiyah.
NW didirikan untuk menjawab kebutuhan pendidikan Islam yang berkualitas, membina umat agar lebih berilmu dan bertakwa, serta menjaga budaya Islam di tengah masyarakat.
Saat ini, organisasi ini dipimpin oleh Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani setelah sebelumnya dilanjutkan oleh Hj. Siti Raihanun ZAM (1998–2019).
Dengan sejarah panjang dan kiprah yang terus berkembang, Nahdlatul Wathan tetap menjadi pilar penting dalam pembangunan umat Islam, khususnya di NTB dan Indonesia pada umumnya.
Redaksi | PorosLombok















