Lombok Timur, PorosLombok.com– Sebuah video live di Facebook bikin heboh jagat maya. Dalam video yang diunggah di akun “Banyu Uripp”, seorang pria bernama Satria terlihat membawa senjata tajam di Dusun Kelompok, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru.
Usut punya usut, Satria bukan tanpa alasan berbuat demikian. Ia sedang mencari Toni, pria yang diduga mencabuli istrinya. Aksi nekat itu langsung memicu berbagai reaksi netizen, bahkan menyinggung kinerja kepolisian.
Tak tinggal diam, jajaran Polsek Keruak langsung turun tangan. Senin (3/3) sekitar pukul 09.05 WITA, polisi mendatangi rumah orang tua Satria, H. Jawan, di Dusun Sepapan, Desa Sepapan.
Dalam pertemuan itu, Unit Intelkam dan Reskrim Polsek Keruak meminta keluarga Satria agar menenangkan situasi dan menghapus video yang dinilai meresahkan.
“Kami sudah menerima laporan Satria, dan kasus ini tengah diproses di Satreskrim Polres Lotim. Toni akan diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujar seorang petugas kepolisian.
Selain itu, polisi juga mengingatkan Satria agar tidak bertindak gegabah. Mereka meminta keluarga ikut menenangkan Satria agar tidak terjerat masalah baru yang justru bisa merugikan dirinya sendiri.
Menanggapi imbauan tersebut, H. Jawan menyampaikan terima kasih atas respons cepat kepolisian. Ia berjanji akan menasihati anaknya agar mencabut video tersebut dan berharap kasus ini segera menemui titik terang, baik secara hukum maupun kekeluargaan.
Dengan langkah cepat kepolisian dan kerja sama keluarga, diharapkan situasi tetap kondusif dan kasus ini bisa diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.
Redaksi | PorosLombok
















