Mataram, PorosLombok.com – Gubernur NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal (LMI) benar-benar tak kenal waktu dalam bekerja. Saat sebagian besar orang menikmati libur Paskah, Gubernur LMI justru menggelar rapat penting dengan jajaran Kementerian Pertanian, Jumat (18/4) pagi.
Rapat yang dimulai pukul 07.30 WITA itu membahas strategi penguatan pengairan untuk mendukung Musim Tanam (MT) kedua padi dan jagung yang akan segera dimulai.
“Termasuk percepatan revitalisasi irigasi lama yang selama ini terbengkalai,” tegas LMI usai pertemuan.
Hadir dalam rapat tersebut antara lain Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTB Awaludin Hipi, Direktur Akabi Ditjen Tanaman Pangan Kementan sekaligus Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan NTB Dyah Susilokarti, serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik Imam Wahyudi.
LMI mengatakan, rapat ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan virtual saat panen raya padi di Teruwai, Praya Barat, Lombok Tengah beberapa waktu lalu.
“Kepada Presiden, saya sampaikan bahwa masalah terbesar petani kita adalah soal irigasi,” ujar suami Sinta Agathia ini.
Menurutnya, perbaikan irigasi menjadi kunci peningkatan intensitas tanam. “Sawah yang selama ini hanya bisa ditanami sekali, bisa jadi dua kali. Yang dua kali bisa jadi tiga kali,” tandasnya.
Bukan cuma soal panen, LMI menekankan bahwa revitalisasi irigasi juga berdampak besar pada perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat petani.
Sebelumnya, Gubernur NTB juga sempat melaporkan kepada Presiden Prabowo tentang potensi produktivitas gabah di daerahnya. Ia menyebut, rata-rata hasil panen mencapai 6-8 ton per hektare. Namun, varietas unggul seperti Gama Gora yang diuji coba di lahan 40 hektare bahkan bisa tembus 10-12 ton per hektare dengan pupuk organik.
LMI juga mengungkap adanya jaringan irigasi lama yang kini mangkrak akibat sedimentasi dan kurang perawatan. Padahal, jaringan tersebut bisa mengairi lahan pertanian hingga 22 ribu hektare hanya di Lombok Tengah. Belum termasuk wilayah kabupaten lainnya di NTB.
“Revitalisasi irigasi ini adalah jalan tercepat dan termurah untuk meningkatkan produksi pangan kita,” tegas LMI.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo langsung memberi sinyal positif. Kepala negara meminta proposal revitalisasi segera disiapkan dan dikirim ke Menteri Pertanian.
(Arul/PorosLombok)















