PorosLombok.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lombok Timur resmi menggenjot proyek infrastruktur penyokong lahan pertanian demi menyelamatkan produksi beras warga. Langkah cepat ini menjadi garansi utama agar ribuan hektar sawah produktif tidak lagi terancam kering.
“Pemerintah daerah langsung menggenjot pengerjaan tujuh paket infrastruktur irigasi utama di wilayah Lombok Timur,” ujar Plt. Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, H. Ahmad Dewanto Hadi, Sabtu (15/8/2026).
Langkah pengelontoran dana segar ini dirancang sebagai benteng pertahanan utama bagi kestabilan pangan lokal. Anggaran besar disalurkan secara fokus untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, memperkuat dinding penahan arus, hingga mengeruk endapan lumpur pekat di sepanjang alur.
“Total anggaran yang kami siapkan untuk ketujuh paket pekerjaan ini mencapai Rp1,2 miliar lebih,” jelas Ahmad Dewanto Hadi.
Penyuntikan dana jumbo ini lahir dari komitmen kuat pemenuhan aspirasi warga persawahan di tingkat dasar. Pihak dinas menyerap alokasi pokir legislatif guna mengeksekusi solusi nyata atas keluhan menahun para penggarap sawah yang kerap gigit jari akibat ketersediaan pasokan air minim.
“Seluruh proyek pengairan ini murni bersumber dari pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur,” ungkapnya.
Intervensi fisik di lapangan tidak sekadar tambal sulam, melainkan merombak total struktur perairan yang usang. Tim teknis turun langsung membenahi fondasi batu penahan jaringan agar mampu mengalirkan pasokan air deras secara konsisten tanpa risiko bocor atau meluap ke kawasan permukiman.
“Kegiatan ini mencakup rehabilitasi total dan rekonstruksi jaringan irigasi yang selama ini mengalami kerusakan,” urainya.
Proyek penataan jalur air ini ditargetkan menjadi kunci pembuka kesejahteraan baru bagi para pahlawan pangan lokal. Kehadiran aliran air yang lancar dijamin memangkas risiko gagal panen, sekaligus mempermudah pengolahan tanah garapan agar siap ditanami kembali sepanjang musim tanpa jeda.
“Tujuan utamanya jelas untuk mendukung kebutuhan irigasi masyarakat sekaligus menunjang keberlangsungan sektor pertanian,” tegasnya.
Terobosan pembangunan ini diyakini bakal menggenjot indeks pertanaman hingga berlipat ganda dari capaian sebelumnya. Pasokan air yang melimpah dan merata membuat tiap jengkal lahan warga makin subur, sehingga panen raya mendatang mampu mencetak rekor peningkatan volume hasil bumi tertinggi.
“Pembangunan jaringan ini akan memperlancar distribusi air ke lahan warga sehingga produktivitas sawah makin meningkat,” tambahnya.
Sebaran wilayah perbaikan difokuskan pada titik-titik krusial yang menjadi urat nadi lumbung pangan daerah. Tim lapangan disebar ke kawasan strategis seperti Labuan Haji, Sakra, Suralaga, hingga Lenek agar seluruh pasokan air penunjang sawah produktif terhubung sempurna tanpa terkecuali.
“Lokasi sebaran proyek penataan jaringan air saat ini meliputi wilayah Kecamatan Labuan Haji, Sakra, Suralaga, hingga Lenek,” jelasnya.
Penuntasan proyek pengairan ini dipatok dengan tenggat waktu ketat demi menyambut musim tanam mendatang. Pengawasan ekstra diperketat di setiap titik pengerjaan agar seluruh konstruksi penahan air selesai sesuai standar kualitas tertinggi dan siap dioperasikan penuh oleh masyarakat.
“Kami menargetkan progres pengerjaan fisik seluruh saluran air bisa mencapai seratus persen pada akhir bulan Agustus 2026 ini,” pungkasnya.*

















