DPK Lotim Gelar Bedah Buku Kedua “Kearifan Lokal Etnis Sasak” Karya Dr. Habibuddin

Lombok Timur, PorosLombok.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Lombok Timur kembali menggelar bedah buku, Ini merupakan agenda kedua setelah sukses menyelenggarakan bedah buku pertama pada awal Mei lalu. Selasa (27/5).

Kali ini, buku yang dibedah berjudul “Kearifan Lokal Etnis Sasak: Menabur Nilai-nilai Perdamaian dalam Pendidikan” karya Dr. Habibuddin, M.Pd, akademisi Universitas Hamzanwadi. Kegiatan berlangsung di aula perpustakaan daerah dan diikuti 50 peserta dari 18 perguruan tinggi, 25 SLTA, serta tujuh komunitas literasi.

Pembedah utama adalah Lalu Abdul Fattah dari Perpustakaan Lembah Hijau, sebuah komunitas literasi berbasis masyarakat.

Kepala DPKD Lombok Timur, Dr. H. Mugni, M.Pd, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada penulis, pembedah, dan seluruh peserta. Ia juga meminta maaf karena acara molor dari jadwal semula pukul 08.00 WITA dan baru dimulai pukul 09.00 WITA.

“Ke depan, undangan harus realistis. Kalau peserta dari seluruh kecamatan, jam 9 adalah waktu yang masuk akal. Dan mari biasakan tepat waktu,” ujar Mugni.

Mugni menjelaskan, kegiatan bedah buku ini dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Perpustakaan Nasional. Buku yang dibedah harus bertema kearifan lokal dan ditulis oleh penulis lokal.

“Minimal, dua buku lokal telah masuk koleksi perpustakaan kita tahun ini. Ini penting untuk dokumentasi budaya dan mendorong lahirnya penulis-penulis baru dari Lombok Timur,” jelasnya.

Ia juga mengajak peserta, terutama dari kalangan kampus, untuk mulai menulis buku sesuai ketentuan agar bisa dibedah pada kegiatan serupa di masa depan.

Tak hanya itu, Mugni juga menyinggung keberadaan gedung baru Perpustakaan Daerah yang dibangun dari DAK Fisik 2024 senilai Rp9,7 miliar. Gedung megah ini diresmikan Bupati Lombok Timur pada 22 Mei lalu dan sudah mulai melayani masyarakat sejak 17 Mei 2025.

Menariknya, perpustakaan ini menerapkan kebijakan unik: MAPUSTAKI (Masuk Perpustakaan Tanpa Alas Kaki), demi menjaga kebersihan ruang layanan.

Acara bedah buku berakhir pukul 13.00 WITA dan dihadiri sejumlah pejabat serta ASN lingkup DPKD. Mugni berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih besar tahun depan.

“Semoga tahun depan lebih semarak dan pesertanya lebih banyak,” pungkasnya.

(Anas/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU