Adat Tetap Adat, Tapi Jangan Sampai Kecebur! Sampan Warga Terbalik di Nyelamak Dilauq

(PorosLombok.com) – Tradisi adat Nyelamak Dilauq di perairan Pantai Tanjung Luar, Lombok Timur, nyaris memakan korban..

Sebuah sampan milik warga mendadak terbalik di tengah prosesi adat gara-gara aksi saling siram yang kelewat semangat. senin kemarin (14/7).

Insiden itu terjadi saat pelaksanaan ritual Nibak Tikolok, yaitu prosesi pembuangan kepala kerbau ke laut sebagai bentuk persembahan dalam adat masyarakat pesisir. Iring-iringan perahu warga mengikuti rakit utama ke tengah laut.

Namun, di tengah suasana khidmat yang dibalut kegembiraan adat, suasana berubah tegang.

Para kapten kapal yang larut dalam tradisi saling siram—bagian dari prosesi adat itu sendiri—terlalu bersemangat hingga menyebabkan sebuah sampan oleng dan akhirnya terbalik.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Oesman membenarkan peristiwa tersebut.

“Saat anggota Sat Polairud Polres Lombok Timur Pos Telong Elong melaksanakan pengamanan, tiba-tiba dari arah timur salah satu sampan warga terbalik akibat para kapten kapal terlalu antusias melaksanakan tradisi saling siram,” jelasnya, Selasa (15/7).

Melihat kejadian itu, anggota Sat Polairud yang berada di lokasi langsung bergerak cepat untuk memberikan pertolongan.

“Anggota langsung evakuasi korban ke darat dalam keadaan aman dan sehat,” tegas AKP Nikolas.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Para penumpang sampan yang tercebur ke laut berhasil diselamatkan tanpa mengalami luka.

Meski sempat membuat panik peserta lain, prosesi adat tetap berlanjut setelah situasi terkendali dan semua korban dalam kondisi aman.

AKP Nikolas mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga keselamatan selama mengikuti kegiatan adat, terutama yang melibatkan aktivitas di laut.

“Tradisi itu penting, tapi keselamatan lebih utama. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi,” ujarnya.

Nyelamak Dilauq merupakan salah satu tradisi khas masyarakat pesisir Lombok Timur yang rutin digelar sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil laut sekaligus ritual pembersihan diri dari bala dan musibah.

Kegiatan ini setiap tahunnya selalu menyedot antusiasme masyarakat dan pengunjung, karena memadukan unsur spiritual, budaya, dan hiburan.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU