PorosLombok.com – Pergantian kepemimpinan di tubuh Polda NTB menjadi momentum krusial memperkuat soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam menjaga stabilitas keamanan, Senin (25/5/2026).
Langkah penyegaran organisasi ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan pembangunan serta memperkuat kepercayaan masyarakat. Agenda strategis tersebut dikemas dalam acara pisah sambut yang berlangsung khidmat di Kota Mataram.
”Atas nama pribadi dan masyarakat NTB saya menyampaikan terima kasih,” ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi dedikasi tinggi Irjen Pol. Edy Murbowo selama memangku jabatan tersebut. Pengabdian tulus dari perwira tinggi itu dinilai telah memberikan dampak besar bagi ketenteraman publik.
Prosesi estafet tongkat komando kini resmi beralih kepada pejabat baru yakni Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja. Momentum serah terima jabatan ini dihadiri langsung oleh jajaran eksekutif tingkat provinsi.
”Pak Edy menghadirkan ketegasan, tetapi juga keteduhan,” katanya.
Gubernur menilai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama ini tetap terjaga dengan sangat baik. Komunikasi intensif antarunsur pimpinan daerah menjadi kunci utama dalam meredam potensi konflik sosial.
Pendekatan kepemimpinan yang humanis terbukti mampu membangun kedekatan emosional dengan warga. Ketulusan seluruh jajaran saat pelepasan menjadi bukti nyata bahwa figur tersebut sangat dicintai anggota.
”Beliau adalah sosok pemimpin yang dihormati dan dicintai,” ujarnya.
Pemerintah daerah menyambut hangat kedatangan Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja di bumi seribu masjid. Rekam jejak pengalaman yang matang diyakini mampu mempertahankan capaian positif yang telah ada.
Karakteristik masyarakat lokal yang sangat kooperatif menjadi modal berharga bagi pejabat baru dalam bertugas. Sinergi yang kuat diharapkan dapat terus terjalin demi kemajuan sektor pariwisata daerah.
”Stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan,” jelasnya.
Sektor investasi dan pertumbuhan ekonomi warga dipastikan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya jaminan kepastian hukum. Oleh karena itu, kekompakan antarmustika daerah wajib dipertahankan di tengah dinamika global.
Kepolisian daerah dipandang sebagai pilar utama yang tidak terpisahkan dalam menjaga kedaulatan wilayah. Kebersamaan yang kokoh menjadi tameng utama dalam menghadapi segala bentuk tantangan sosial.
”Keutuhan ini harus terus dijaga demi memastikan NTB tetap aman,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda NTB yang baru menyatakan rasa hormat tertinggi atas amanah besar tersebut. Pihaknya siap membuka ruang dialog yang seluas-luasnya dengan seluruh elemen strategis.
Kesadaran akan kompleksitas tugas penegakan hukum membuat korporasi kepolisian tidak bisa bekerja secara mandiri. Dukungan moral dari para tokoh agama serta pelaku usaha sangat menentukan keberhasilan operasi.
”Dibutuhkan komunikasi, kolaborasi, dan dukungan dari seluruh unsur,” ucapnya.
Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja berkomitmen untuk melanjutkan program kerja baik yang telah dirintis pendahulunya. Warisan berupa ketegasan yang humanis akan tetap menjadi kompas utama dalam melayani masyarakat.
Perhatian mendalam terhadap kesejahteraan personel di tingkat bawah juga menjadi poin penting yang akan dilanjutkan. Pola pembinaan internal yang sehat diyakini mampu meningkatkan produktivitas kerja anggota.
”Kedekatan beliau dengan masyarakat menjadi warisan yang sangat berarti,” ungkapnya.
Sementara itu, mantan pucuk pimpinan kepolisian daerah menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada publik jika ada kekhilafan. Segala tindakan tegas selama menjabat murni demi menegakkan marwah hukum negara.
Ia mengapresiasi tinggi loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah dan instansi vertikal. Kerja sama taktis tersebut berhasil mempertahankan kondusivitas wilayah hingga akhir masa jabatan.
”Semua semata-mata dalam rangka menjalankan tugas dan tanggung jawab,” katanya.
Mantan Kapolda juga menitipkan pesan khusus terkait penguatan strategi pemberantasan peredaran gelap narkotika di sisa tahun ini. Fokus penindakan hukum harus lebih diintensifkan, terutama pada area rawan di Kota Bima.
Sesi ramah tamah yang penuh rasa kekeluargaan ditutup dengan pemberian cendera mata sebagai simbol kemitraan abadi. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib mencerminkan komitmen kuat bersama dalam menjaga daerah.
”Upaya pemberantasan narkoba harus terus diperkuat di Kota Bima,” pungkasnya.*













