(PorosLombok.com) – Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) terus mendorong desa-desa menggelar event lokal sebagai salah satu strategi menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah.
Salah satu contohnya adalah gelaran Event “Bejango” yang digelar di Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Dispar NTB.Jumat (18/7).
Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB, Mulki, menegaskan bahwa pihaknya tidak serta-merta menggelontorkan anggaran, melainkan fokus pada mendorong kemandirian desa.
“Event seperti ini kami dorong agar desa mandiri. Mereka harus bisa menggerakkan potensi sendiri—mulai dari pemuda, UMKM, sampai semangat gotong royongnya. Itu lebih penting dari sekadar dana,” tegas Mulki.
Menurut Mulki, tren pelaksanaan event di desa terus meningkat. Dari 58 event yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) 2025, kini mulai bermunculan festival baru yang digagas mandiri oleh desa.
“Yang awalnya tidak masuk CoE, sekarang mulai muncul. Bulan Agustus nanti, Desa Kembang Kuning akan gelar Festival Kopi Siong Kete meskipun tidak tercatat dalam CoE,” bebernya.
Ia menambahkan, geliat event desa bukan semata untuk promosi wisata. Yang lebih utama adalah menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin dorong pemuda berkreasi, jadi pelaku UMKM muda. Target kita bukan cuma kunjungan wisatawan, tapi efek ekonomi yang bisa bantu entaskan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Dispar NTB menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengangkat (pull up) event-event desa yang sejalan dengan program unggulan Gubernur NTB, yakni Desa Berdaya.
“Kita cuma kasih pemantik. Sisanya semangat gotong royong dari masyarakat yang harus hidup. Bukan soal besar kecilnya anggaran, tapi nilai kebersamaan dan kemandirian itu yang jadi kekuatan,” tutup Mulki.
(Arul/PorosLombok)















