(PorosLombok.com) – Ruas jalan Terara–Santong–Embung Raja akhirnya resmi masuk dalam daftar usulan anggaran tahun jamak 2025.
Jalan penghubung strategis yang sebelumnya terancam batal akibat efisiensi pusat ini, diselamatkan melalui pembahasan alot antara DPRD dan Pemkab Lombok Timur.
Ruas tersebut sebelumnya sudah sempat dianggarkan melalui APBD induk. Namun, karena adanya pemangkasan dari pusat, proyek itu termasuk dalam daftar pembatalan bersama tiga ruas jalan tematik dan dua jalan konektivitas lainnya.
Anggota DPRD Lombok Timur dari Fraksi PPP, Saeful Bahri, mengatakan bahwa penganggaran kembali melalui skema multiyears atau tahun jamak merupakan langkah cerdas untuk menyelamatkan proyek-proyek strategis yang terdampak rasionalisasi anggaran pusat.
“Jalan Terara–Santong ini memang sempat dibatalkan karena efisiensi dari pusat. Tapi sekarang sudah masuk kembali melalui skema tahun jamak 2025,” ujarnya, Jumat (25/7).
Saeful menyebut, pembahasan sub kegiatan tahun jamak ini berlangsung alot sejak Rabu karena banyaknya usulan dari berbagai dapil. Bahkan, rapat gabungan Komisi III dan IV DPRD Lotim sempat diskors sebelum akhirnya dituntaskan.
“Alhamdulillah pembahasan sudah selesai dan telah dikoordinasikan dengan pimpinan. Termasuk jalan Terara–Santong, sudah masuk rekap akhir,” jelasnya.
Skema tahun jamak ini tak hanya mengakomodasi perbaikan jalan, tetapi juga pembangunan infrastruktur penting lainnya seperti Gedung Wanita. DPRD menilai kebijakan ini sebagai bentuk respons konkret terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini bagian dari ikhtiar menuju Lotim Smart, sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Bupati,” pungkasnya.
Diketahui, ruas jalan Terara–Santong sebelumnya sempat viral di media sosial karena kondisinya yang rusak berat.
Aspirasi masyarakat terus bergulir, namun belum ada kejelasan hingga akhirnya proyek ini kembali diakomodasi lewat mekanisme anggaran jangka panjang.
(arul/PorosLombok)














