“Jejeneng”, Kayu Sakral yang Menjadi Simbol Pelindung Bagewe Masyarakat Desa Jeruk Manis

( PorosLombok.com ) – Di tengah tradisi masyarakat Sasak, Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, terdapat sebuah warisan budaya yang sangat penting bernama Kayuk Jejeneng.

Kayu sakral ini diyakini memiliki kekuatan magis dan simbolik yang menjadi pusat ritual dalam setiap bagewe (pesta) yang diselenggarakan.

Kepala Desa Jeruk Manis, Nasipuddin, menjelaskan bahwa Kayuk Jejeneng adalah kayu pertama yang harus diserahkan sebelum pelaksanaan bagewe dimulai. Tradisi ini sudah turun-temurun dari leluhur sebagai syarat mutlak agar pesta berlangsung sesuai aturan adat.

“Kayuk Jejeneng bukan hanya kayu biasa. Ia menjadi penanda dan pengawal agar semua rangkaian acara bagewe terlaksana dengan lancar,” ujar Nasipuddin Kepada PorosLombok, Sabtu (09/08).

Setelah kayu tersebut diserahkan, masyarakat kemudian melaksanakan Tujak Padi, atau sebuah proses menggiling padi secara manual. Proses ini dilakukan dengan cara memukul padi menggunakan kayu pada sebuah wadah khusus, yang dikenal dengan nama Inan Pade atau “ibu padi.”

Proses Tujak Padi  ini bukan sekadar pengolahan padi, tetapi juga simbol persiapan pangan dan kesuburan yang penting bagi masyarakat Desa Jeruk Manis.

Menurut Nasipuddin, Kayu Jejeneng yang didampingi oleh beras ini melambangkan penanggung jawab bagewe sekaligus benteng pelindung dari gangguan makhluk halus selama pesta berlangsung.

Melalui kayu sakral ini, masyarakat memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar acaranya berjalan tanpa hambatan dari gangguan jin maupun manusia.

Makna Angka dan Simbol dalam Kayuk Jejeneng

Kayuk Jejeneng terdiri dari dua bagian utama, yaitu tujuh biji dan lima biji. Angka tujuh memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan kepercayaan bahwa manusia hidup di atas tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Dalam bahasa lokal, hal ini dikenal sebagai “pituk petele bumi, pituk petele langit.”

Sementara itu, angka lima melambangkan lima rukun Islam, yang menjadi ikatan kuat dalam kehidupan masyarakat Sasak yang mayoritas beragama Islam.

Bentuk kayu jejeneng pun sarat simbolisme. Ada kayu yang posisinya menunduk dan ada yang berdiri tegak. Ini menggambarkan sikap manusia yang harus selalu tunduk dan bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Nasipuddin menegaskan, “Sebagai manusia, terutama yang menggelar bagewe, kita tidak boleh memiliki sifat sombong. Kayu ini mengingatkan kita untuk selalu rendah hati.”

Selain angka lima dan tujuh, yang merupakan angka ganjil dan dianggap sakral, kayu ini juga didampingi oleh keminang. Keminang terdiri dari beras, ketan, dungki, dan cerakan, yakni kotak dari bambu.

Setiap bahan dalam keminang memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan aspek kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Beras melambangkan biji, daun sirih sebagai kulit, benang sebagai urat, apur sebagai daging, burak sebagai darah, kelapa sebagai mani, dan priuk yang berisi beras dan ketan sebagai simbol bekal hidup di dunia.

Tidak hanya itu, air yang dicipratkan ke empat penjuru menjadi simbol tembok atau tameng pelindung lokasi bagewe. Penyebaran air ini melambangkan keberadaan empat penjuru mata angin yang menjaga pesta dari gangguan.

Kayuk Jejeneng bukan sekadar kayu. Ia adalah simbol budaya yang memadukan kepercayaan, spiritualitas, dan tradisi masyarakat Sasak di Lombok Timur.

Warisan budaya ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai leluhur dalam menghadapi kehidupan modern yang terus berubah.

Melalui pelestarian Kayuk Jejeneng, masyarakat Desa Jeruk Manis menunjukkan komitmen mereka untuk mempertahankan identitas budaya sekaligus memohon berkah agar kesejahteraan dan keamanan senantiasa terjaga.

Bagewe yang mengusung Kayuk Jejeneng bukan hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga momentum penguatan ikatan sosial dan spiritual antarwarga desa.

Dengan menjaga tradisi ini, Desa Jeruk Manis tetap memegang teguh warisan leluhur yang menjadi pondasi kekuatan komunitas mereka hingga kini.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU