(PorosLombok.com) – Program dapur sehat makan bergizi gratis di Lombok Timur masih jauh panggang dari api. Dari 166 dapur yang dijanjikan, baru 40 yang benar-benar hidup alias beroperasi.
Ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur, Hasan Rahman, mengaku geram dengan lambannya progres pembangunan tersebut. Ia menegaskan pihaknya akan terus menekan pemerintah daerah agar percepatan bisa dilakukan.
“Jangan sampai banyak anak belum tercover hanya karena dapur sehatnya belum siap. Ini menyangkut kebutuhan gizi,” kata Hasan, Kamis (04/09).
Hasan mengakui pembentukan dapur sehat tidak sederhana. Selain biaya besar, belum adanya kontrak kerja dan masalah teknis di lapangan ikut memperlambat progres.
“Administrasi harus rapi, semua prosedur dipenuhi. Jangan asal bangun, nanti jadi masalah hukum di kemudian hari,” ujarnya.
Komisi IV DPRD Lotim kini memilih fokus pada pembangunan fisik terlebih dahulu. Setelah itu barulah manajemen dan tata kelola dapur akan dioptimalkan.
“Kami ingin dapur sehat ini bukan sekadar ada, tetapi bisa jadi contoh untuk dapur lain. Karena itu pengawasan dari DPRD tetap intens,” tegas Hasan.
Ia juga menyinggung peran pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebutnya tidak akan tinggal diam. Namun, ia menekankan semua harus berjalan sesuai sistem agar dukungan bisa mengalir tanpa hambatan.
(arul/PorosLombok)

















