(PorosLombok.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Nusa Tenggara Barat.
Informasi yang dirilis Selasa, 9 September 2025, pukul 10.15 WITA menyebutkan adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
BMKG memprediksi kondisi itu mulai terjadi sekitar pukul 10.20 WITA. Di Lombok Barat, daerah Narmada, Sekotong, dan Lingsar termasuk yang rawan terdampak. Lombok Timur juga masuk daftar waspada, terutama Masbagik, Aikmel, Pringgasela, dan Suralaga.
Kabupaten Sumbawa diperkirakan terdampak hujan deras di Moyo Utara dan Tarano. Sementara Dompu, khususnya Hu’u dan Pekat, serta Bima dengan Donggo dan Madapangga, juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
BMKG mengingatkan Sumbawa Barat dan Lombok Utara tetap dalam pemantauan. Jereweh, Tanjung, dan Gangga menjadi titik rawan yang perlu perhatian khusus agar warga segera mengambil langkah antisipasi.
Hujan lebat juga diperkirakan meluas ke sejumlah kecamatan di Lombok Barat, termasuk Gerung, Kediri, Labuapi, dan Lembar. Lombok Tengah, mulai Praya hingga Batukliang Utara, juga berpotensi menerima curah hujan tinggi disertai angin kencang.
Di Lombok Timur, wilayah Keruak, Selong, Sembalun, dan Jerowaru diprediksi terdampak. Kabupaten Sumbawa dan Dompu tercatat memiliki berbagai kecamatan berisiko, seperti Lunyuk, Batu Lanteh, Dompu, dan Woja. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, Bima, Sumbawa Barat, dan Kota Mataram juga masuk peringatan. Warga di Monta, Taliwang, Ampenan, Mataram, Cakranegara, dan Sandubaya diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama cuaca buruk berlangsung.
BMKG menegaskan, masyarakat NTB harus selalu mengikuti informasi terbaru. Keselamatan menjadi prioritas agar risiko akibat hujan deras, petir, dan angin kencang dapat diminimalkan.
(redaksi/PorosLombok)

















