Universitas Hamzanwadi Gandeng Dinas Perpustakaan dan SLB, Dorong Literasi dan Pendidikan Inklusif di Lombok Timur

(PorosLombok.com) – Universitas Hamzanwadi memperluas jaringan kolaborasi dengan menjalin kerja sama strategis bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur, SLBN 1, serta SLBN 2 Lombok Timur.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Laboratorium Micro Teaching 2, Selasa (16/9).

Acara tersebut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi M. Sururuddin, M.Pd., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur, serta pimpinan kedua sekolah luar biasa.

Momen ini dianggap sebagai langkah nyata perguruan tinggi dalam membangun sinergi lintas sektor demi memperkuat literasi, pengelolaan arsip, hingga pendidikan inklusif.

“MoA ini bukan sekadar tanda tangan di atas dokumen, tetapi wujud komitmen kami untuk bergerak bersama membangun generasi yang literat, kompetitif, dan berkarakter,” ujar Sururuddin di hadapan peserta acara.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diyakini mampu menghadirkan Universitas Hamzanwadi lebih dekat dengan masyarakat.

Kehadiran kampus dalam ranah literasi dan pendidikan khusus diharapkan memberi dampak nyata bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Lombok Timur.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan pentingnya dukungan perguruan tinggi dalam memperkuat budaya baca, literasi digital, serta tata kelola kearsipan yang lebih profesional.

“Perguruan tinggi memiliki peran besar dalam mengembangkan ekosistem literasi daerah. Kerja sama ini menjadi peluang untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperkuat layanan kearsipan modern,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pimpinan SLBN 1 dan SLBN 2 Lombok Timur. Mereka menilai sinergi dengan perguruan tinggi dapat memperkuat pembelajaran, terutama dalam menghadirkan media belajar adaptif dan inovatif.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Universitas Hamzanwadi. Kehadiran mahasiswa dalam pendampingan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan inklusif di sekolah luar biasa,” kata Kepala SLBN 1 Lombok Timur.

Lebih lanjut, pihak sekolah berharap adanya program pelatihan guru secara berkelanjutan. Mereka meyakini peningkatan kompetensi tenaga pendidik akan berdampak langsung pada kemajuan siswa berkebutuhan khusus di Lombok Timur.

Penandatanganan MoA ini sekaligus menegaskan posisi Universitas Hamzanwadi sebagai kampus yang terbuka, kolaboratif, dan peduli terhadap pengembangan literasi serta pendidikan inklusif. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan melahirkan program nyata yang bermanfaat luas bagi masyarakat.

(*/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU