Gas Melon Makin Langka di Mataram, ASN Diharuskan Pindah ke Tabung Pink

(PorosLombok.com) – Kelangkaan LPG 3 kilogram di Kota Mataram belum juga berakhir. Hampir sebulan terakhir, masyarakat dipaksa berburu gas melon dari satu tempat ke tempat lain. Kondisi ini membuat dapur rumah tangga kian tersendat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengaku tak tinggal diam. Ia sudah melayangkan surat resmi ke Pertamina, mendesak agar distribusi gas subsidi segera diperbaiki.

“Kami sudah bersurat ke Pertamina untuk memastikan suplai bisa menjangkau seluruh warga,” ucap Alwan, Selasa (23/9).

Upaya itu dilakukan setelah inspeksi mendadak Dinas Perdagangan tak membuahkan hasil signifikan. Meski pasar dan agen sudah diperiksa, tabung tetap sulit ditemukan di tingkat pengecer.

Situasi ini memicu dugaan adanya hambatan distribusi. Di tingkat pengecer, stok kerap kosong meski pasokan dari agen diklaim normal. Tak sedikit masyarakat menduga ada permainan oknum yang menahan barang sebelum sampai ke konsumen.

Untuk meredam kepanikan, Pemkot Mataram mengeluarkan kebijakan tegas. Aparatur sipil negara (ASN) dilarang menggunakan LPG 3 kilogram agar tidak bersaing dengan masyarakat kecil yang memang berhak.

“ASN jangan ikut memakai gas melon. Sudah ada tabung pink yang memang diperuntukkan warga ekonomi mampu,” tegas Alwan.

Nanang, salah seorang warga, menuturkan betapa repotnya mencari LPG. Ia mengaku harus menempuh tiga kelurahan berbeda hanya untuk memperoleh satu tabung kecil.

“Sudah hampir sebulan selalu susah, saya sampai keliling baru dapat. Kalau tidak, dapur bisa mati total,” keluhnya.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU