(PorosLombok.com) – Puluhan pelajar di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, mengalami gejala diduga keracunan usai menyantap nasi goreng dari program makan bergizi gratis (MBG). Beberapa guru yang sempat mencicipi menu serupa juga mengalami keluhan yang sama.
Kejadian itu membuat pihak sekolah panik. Para siswa yang mengeluh pusing, mual, dan muntah langsung dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Wali murid SMP Islam Terpadu Lukman Hakim Pohgading, Muhammad Takdir, mengatakan anaknya tiba-tiba merasa tidak enak badan setelah makan nasi goreng MBG. Ia mengungkapkan, gejala itu muncul tak lama setelah jam pelajaran siang berakhir.
“Anak saya mulai muntah, pusing, dan mual setelah makan nasi goreng dari MBG,” ujar Takdir saat ditemui Jumat (17/10/2025) malam.
Takdir menyebut, kondisi nasi goreng yang dibagikan tampak normal tanpa perubahan aroma maupun rasa. Anak yang bersangkutan bahkan sempat menghabiskan seluruh porsinya.
“Tidak ada rasa yang aneh, katanya malah enak. Nasi gorengnya dimakan sampai habis,” katanya.
Guru berinisial LN membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut sejumlah siswa mengalami gejala serupa, bahkan tiga guru yang ikut mencicipi makanan juga mengalami mual dan muntah.
“Tiga guru sempat mencoba nasi goreng dan semuanya muntah. Beberapa siswa juga langsung kami bawa ke puskesmas sore tadi,” ucap LN.
Kepala Puskesmas Batuyang, Lalu Muhammad Ilmi, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan makanan itu. Menurutnya, sebagian besar siswa yang sempat dirawat sudah dipulangkan setelah kondisinya membaik.
“Sekarang tinggal empat siswa yang masih dirawat, tapi keadaannya sudah stabil. Sebagian lainnya sudah pulang,” terang Ilmi.
Ia menambahkan, pihaknya telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab dan menyerahkannya ke Dinas Kesehatan Lombok Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Sampelnya sudah kami kirim, dan laporannya juga telah diserahkan ke Dinas Kesehatan,” ujarnya singkat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, siswa yang mengalami dugaan keracunan berasal dari sejumlah sekolah di wilayah Pringgabaya. Seluruh sekolah itu diketahui menerima menu MBG dari penyedia yang sama.
(Redaksi/PorosLombok)
















