Hadapi Musim Hujan, BPBD Lotim Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeoroloi

(PorosLombok.com) – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur melakukan langkah-langkah antisipasi dini terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperi banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

Berdasarkan informasi dari BMKG Praya sebagaimana disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, bahwa musim hujan di pulau lombok akan dimulai pada minggu ketiga bulan Oktober sampai dengan minggu kedua November.

“Puncaknya nanti pada bulan Desember, Januari, dan Februari,” terang Lalu Muliadi, Senin (3/11).

Terhadap informasi tersebut, BPBD kemudian bergerak cepat dalam upaya memitigasi potensi terjadinya bencana alam. Lalu Muliadi menyebutkan, pada hari Rabu tanggal 5 November (besok-red) akan dilakukan rapat koordinasi bersama pihak-pihak terkait termasuk BWS, BMKG, dan Pos SAR Kayangan, OPD terkait serta Camat yang berada di wilayah rentan terjadi bencana.

“Setelah kita identifikasi ada tiga belas kecamatan yang rawan bencana, sehingga pada rapat koordinasi besok akan kita mulai langkah-langkah pencegahan dan mitigasi bencana,” jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, berbagai upaya yang akan dilakukan langkah awal untuk melakukan pencegahan yakni dengan melakukan pembersihan saluran yang banyak dipenuhi sampah yang dapat menyebabkan luapan banjir.

Selain itu, di beberapa wilayah yang teridentifikasi memiliki potensi besar terjadinya bencana hidrometeorologi seperti di Gunung Malang, Labuan Lombok dan beberapa kali sudah dilakukan normalisasi dengan memperlebar dan memperdalam aliran sungai.

Pada kesempatan yang sama Lalu Muliadi mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah hilir seperti Labuhan Haji, Tanjung Luar, dan lain-lain agar lebih waspada terhadap potensi terjadinya banjir rob. Hal itu juga sudah diinformasikan oleh pihak BMKG.

Sementara terhadap pohon-pohon di dalam kota Selong yang dikhawatirkan berpotensi tumbang saat terjadi angin kencang, akan segera dilakukan pemangkasan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Lalu Muliadi mengklaim, Pemda Lombok Timur akan menyiapkan dana untuk penanggulangan bencana, namun nantinya akan menyesuaikan kondisi yang ada. Namun terkait personel dapat dipastikan sudah sangat siap dan akan disiapsiagakan selama 24 jam, serta akan akan ditempatkan di pos-pos yang ada.

“Untuk SDM atau personel kita sudah sangat cukup, tetapi mungkin peralatan yang harus kita tambahkan. Tapi secara umum kita sudah sangat siap,” pungkasnya.

(Anas/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU