Waspada! Jalan Dr. Soedjono Mataram Terendam Banjir, Sejumlah Motor Mogok

Banjir di Jalan Dr. Soedjono Mataram mengakibatkan banyak kendaraan mogok akibat drainase yang meluap. Legislator mengkritik lambannya penanganan Pemkot dan mendesak normalisasi di wilayah selatan tersebut.

(PorosLombok.com) – Hujan lebat yang mengguyur Kota Mataram mengakibatkan sejumlah titik terendam banjir luapan akibat drainase yang meluap pada Rabu (21/1/2026).

Kondisi terparah terpantau di Jalan Dr. Soedjono, Lingkungan Mapak, Kecamatan Sekarbela, dengan genangan sepanjang 300 meter.

​Air setinggi 10 hingga 15 sentimeter tersebut menyebabkan banyak kendaraan mengalami mati mesin saat mencoba melintas. Abdi, warga Pagutan yang menjadi korban, mengaku terkejut karena debit air kali ini sangat tinggi hingga merendam komponen mesinnya.

​”Tumben dia mogok pas banjir ini,” ucap Abdi.

​Kondisi tersebut membuat para pengendara yang hendak keluar dari arah Desa Mapak terjebak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Abdi pun terpaksa membawa motornya ke bengkel karena mesin tetap tidak bisa difungsikan kembali.

​”Gak bisa (dihidupin), jadinya saya bawa ke bengkel dulu ini,” jelasnya.

​Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Ahmad Azhari Gufron mengungkapkan bahwa luapan air di lokasi tersebut memang rutin terjadi setiap tahun. Ia menyayangkan hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak eksekutif.

​“Kan memang setiap tahun dia, belum ada perbaikan sama sekali dari Pemkot,“ kata Gufron.

​Ia menjelaskan banjir dipicu oleh penyempitan drainase di area Mapak serta dampak abrasi di bagian hilir. Gufron pun mendorong Pemkot Mataram segera melakukan normalisasi karena wilayah selatan akan menjadi pusat pemerintahan baru.

​“Dan tidak pernah ada normalisasi di area sana. Ini jadi perhatian karena roda pemerintahan akan difokuskan di wilayah selatan, supaya ke depan juga tidak ada genangan nanti di sana,” tegasnya.

​Menurutnya, penanganan saluran di Jalan Dr. Soedjono harus menjadi prioritas agar tidak memicu kemacetan saat pusat pemerintahan resmi berpindah. Ia meminta adanya sinergi antarinstansi dalam menangani kondisi alam yang ekstrem ini.

​“Ini jalur vital karena infonya untuk jalur pimpinan dan tamu undangan. Ini harus ada kerjasama bukan hanya di PUPR tapi semua instansi pada saat kondisi alam yang seperti ini,” pungkasnya.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU