PorosLombok.com – Kabupaten Lombok Timur mencatat rekor pertumbuhan ekonomi sebesar 7,83 persen pada Triwulan I Tahun 2026 yang menempatkannya sebagai daerah dengan kenaikan tertinggi di Pulau Lombok.Senin (08/06/2026).
Capaian prestisius ini menjadi indikator kuat bahwa arah kebijakan pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah daerah mulai membuahkan hasil nyata di berbagai sektor riil. Angka statistik tersebut melampaui target proyeksi regional.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kerja bersama seluruh masyarakat Lombok Timur,” ujar Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin.
Haerul memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen warga serta jajaran dinas yang telah bersinergi aktif. Pihaknya menilai dinamika pasar bergerak simultan berkat kontribusi kolektif dari level akar rumput.
Sektor penopang utama seperti kalangan petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro kecil menengah terus menunjukkan produktivitas yang stabil. Kondisi ini memperkokoh struktur ekonomi domestik dari guncangan luar.
“Kita tidak memiliki tambang emas, tidak memiliki KEK seperti Mandalika, tetapi kita memiliki kekuatan ekonomi rakyat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa karakteristik pertumbuhan di wilayahnya sangat khas karena murni digerakkan oleh sektor non-tambang. Model pembangunan mandiri ini justru dinilai lebih aman dari fluktuasi pasar global.
Sektor pertanian tetap diposisikan sebagai fondasi utama penyerapan tenaga kerja sekaligus mesin penggerak daya beli masyarakat desa. Ketika produktivitas tani stabil, maka aktivitas perdagangan di pasar otomatis melonjak.
“Ketika petani kuat, desa bergerak. Ketika desa bergerak, perdagangan tumbuh,” ujarnya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperluas akses permodalan bagi para pelaku usaha kecil di seluruh pelosok. Langkah ini dibarengi dengan program peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terpadu.
Evaluasi terhadap efektivitas kebijakan operasional di lapangan juga menunjukkan tren yang selaras. Pihak birokrasi menilai implementasi visi kepala daerah telah berjalan sesuai dengan cetak biru yang direncanakan.
“Pak Bupati sejak awal menekankan bahwa pembangunan harus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” jelas Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Juaini Taofik.
Juaini membeberkan bahwa seluruh perangkat daerah kini bekerja dalam satu harmoni program yang saling menguatkan. Manajemen integrasi ini berhasil mengikis ego sektoral antarinstansi dalam mengesekusi target anggaran.
Salah satu lompatan kinerja yang paling signifikan terlihat jelas pada sektor jasa keuangan dan proteksi asuransi. Lapangan usaha ini mencatatkan pertumbuhan fantastis hingga menembus angka 27,54 persen.
“Kita melihat masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan perbankan,” katanya.
Ia menguraikan bahwa tingkat inklusi keuangan warga kini berada pada level yang sangat sehat. Pemanfaatan rekening formal untuk transaksi harian, menabung, hingga modal usaha terbukti mempercepat perputaran uang daerah.
Aktivitas finansial yang masif ini tidak lepas dari peran aktif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah dalam membuka sumbatan modal. Alhasil, pondasi kemandirian ekonomi masyarakat kini kian terbentuk kokoh.
“Pertumbuhan ekonomi harus terus kita dorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” pungkasnya.*















