(PorosLombok.com) – Menyandang status sebagai destinasi wisata unggulan, kesiapan layanan kesehatan di Sembalun, Lombok Timur, ternyata belum sepenuhnya sejalan dengan tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan.
Puskesmas Sembalun hingga kini masih bergulat dengan keterbatasan tenaga medis dan sarana prasarana. Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk melayani warga lokal maupun wisatawan yang terus berdatangan, terutama pada musim pendakian Gunung Rinjani.
Kepala Puskesmas Sembalun, H. Muslih Adnan, mengatakan persoalan paling mendesak adalah minimnya jumlah dokter. Dari sekitar 25 ribu penduduk, puskesmas hanya diperkuat dua dokter.
“Secara ideal minimal empat dokter. Kekurangan ini cukup krusial, apalagi Sembalun adalah kawasan pariwisata yang membutuhkan dukungan SDM kesehatan yang kuat,” ujar Muslih, Selasa (28/1/2026).
Selain itu, mobilitas pelayanan juga terkendala. Dari dua unit ambulans yang tersedia, satu unit dalam kondisi rusak. Padahal, karakter wilayah Sembalun yang berbukit dan bermedan ekstrem menuntut armada yang prima.
“Kalau ambulans tidak sesuai medan, pelayanan darurat bisa terhambat,” katanya.
Muslih menyebut pemerintah daerah sudah memberikan respons. Melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan, pengadaan ambulans baru direncanakan terealisasi pada 2026.
“Rencananya unit double gardan supaya cocok dengan medan Sembalun. Kami berharap bisa segera direalisasikan,” ucapnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Puskesmas Sembalun tetap memegang peran penting dalam mendukung pariwisata, khususnya bagi para pendaki Rinjani.
Bersama klinik setempat, puskesmas rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat wajib sebelum pendakian.
Untuk layanan rawat inap, saat ini hanya tersedia 13 tempat tidur. Meski begitu, ada tambahan fasilitas penunjang berupa musala baru berukuran 7×7 meter yang mulai digunakan sejak awal Januari. Musala tersebut dibangun dari bantuan donatur asal Surabaya.
Muslih berharap, peningkatan jumlah tenaga medis dan penguatan armada ambulans menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Sembalun ini wajah pariwisata Lombok Timur. Kalau layanan kesehatannya kuat, masyarakat dan wisatawan akan merasa lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.


















