Mataram, PorosLombok– Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB menaruh perhatian serius terhadap tantangan iklim yang mengancam sektor agronomi. Saat ini, para produsen pangan harus memiliki strategi jitu agar tetap produktif meski kondisi alam tidak menentu.
Sekretaris Distanbun NTB, Ni Nyoman Darmilaswati, menegaskan bahwa kemampuan adaptasi di lapangan menjadi kunci keberhasilan panen. Beliau menekankan poin tersebut dalam keterangan resminya pada Senin (02/02/2026).
”Petani harus lebih cerdas menyikapi varietas yang menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Itu intinya,” tegas Nyoman.
Masyarakat agraris perlu menyelaraskan jadwal tanam dengan fenomena alam lokal sebagai langkah wajib. Selain persoalan waktu, pihak birokrasi juga mengutamakan pemilihan bibit unggul yang memiliki daya tahan tinggi.
”Jika irigasi dan jaringan parit sudah bagus, maka risiko bencana yang berdampak pada tanaman padi akan berkurang,” jelasnya mengenai urgensi infrastruktur.
Pihaknya kini menyoroti sarana pengairan, terutama mengenai pendataan area persawahan dengan drainase rusak. Pemerintah kabupaten harus segera mengirimkan laporan tersebut agar kementerian bisa memproses usulan bantuan rehabilitasi.
”Kami memiliki pompa untuk menyedot air melalui program pompanisasi. Kementerian membantu Kabupaten/Kota menyediakan alat tersebut,” ungkap Nyoman terkait dukungan sarana.
Pemerintah pusat telah mengirim mesin penyedot ke berbagai wilayah administratif di Bumi Gora. Alat ini bekerja maksimal untuk mengaliri lahan yang kekurangan air maupun menguras genangan saat banjir.
”Selain mengambil air permukaan untuk mengairi lahan pertanian, pompa ini juga bisa menyedot air saat terjadi banjir,” pungkasnya.
(PorosLombok)














