Gubernur NTB Poles Bandara Lombok demi Mandalika Kelas Dunia

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang diproyeksikan menjadi pusat gaya hidup dan sportainment global. Pengembangan kawasan ini akan terintegrasi langsung dengan peningkatan konektivitas di Bandara Internasional Lombok

Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mempercepat pembenahan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lombok Airport).

Langkah ini mendukung ambisi pemerintah yang memproyeksikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai pusat sportainment dan gaya hidup kelas dunia.

​Iqbal meminta otoritas bandara segera melakukan perbaikan fisik guna meningkatkan kenyamanan wisatawan, terutama bagi mereka yang sedang transit. Ia ingin setiap pengunjung yang tiba di Lombok mendapatkan kesan pertama yang istimewa.

​”Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik agar wisatawan yang transit merasa betah berlama-lama. Desain ruang tunggu perlu dipercantik dan peralatan bagasi harus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern,” ujar Iqbal di Mataram, Rabu (4/2/2026).

​Selain memoles fasilitas umum, Iqbal menawarkan peluang kerja sama kepada pihak swasta untuk mengelola layanan VIP. Fasilitas premium ini menyasar tamu penting, investor, hingga delegasi internasional yang berkunjung ke NTB.

​Demi mendukung konsep ramah lingkungan, Iqbal bahkan sudah menyiapkan armada khusus di bandara.

“Bandara VIP bisa kita kerjasamakan dengan pihak swasta untuk melayani tamu-tamu penting mereka. Bahkan, saya sudah menyiapkan satu unit mobil listrik di sana sebagai bagian dari layanan ramah lingkungan,” tambahnya.

​Rencana ini sejalan dengan pembaruan Masterplan Mandalika 2026 yang mencakup lahan seluas 1.175 hektare. Dalam konsep baru tersebut, pengembang membagi Mandalika ke dalam sejumlah distrik tematik seperti Kuta District, Circuit District, hingga Merese Sunset Hill.

Fasilitas olahraga seperti lapangan golf 27-hole juga masuk dalam daftar pembangunan utama.

InJourney Perkuat Ekosistem Pariwisata

​Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat posisi Lombok sebagai gerbang pariwisata internasional. Holding BUMN ini fokus membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.

​”InJourney tidak hanya mengelola bandara, tetapi membangun ekosistem pariwisata terpadu. Karena itu, penguatan bandara, destinasi, hingga layanan pendukung harus berjalan selaras agar manfaat ekonomi dan sosialnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Maya.

​Maya menjelaskan bahwa InJourney saat ini mengelola 37 bandara dengan total layanan mencapai 156 juta penumpang per tahun. Pihaknya terus mendorong pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja melalui penguatan UMKM di sekitar destinasi prioritas.

Lonjakan Kargo dan Rute Internasional Baru

​Kinerja Bandara Lombok sendiri menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Pergerakan penumpang dan pesawat kini mencapai 80 persen dari angka sebelum pandemi. Bahkan, sektor kargo mencatat lonjakan tajam hingga 130 persen berkat aktivitas e-commerce dan logistik ajang internasional.

​Saat ini, pihak bandara mengalokasikan investasi lebih dari Rp 130 miliar untuk mempercantik terminal melalui konsep ‘Dress Up NTB’ dan ikon Mayung Lombok. Dari sisi konektivitas, setelah sukses membuka rute Singapura dan Malaysia, Bandara Lombok berencana membuka rute baru menuju Darwin, Australia.

​Pengembangan ini diharapkan mampu menjadikan kawasan bandara dan area Selaparang sebagai pusat kreatif dan logistik yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal secara berkelanjutan.

​(PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU