Warga Lombok Timur Bongkar Paksa Jalan Provinsi Akibat Irigasi Tersumbat

Ratusan warga di Selong dan Sakra Timur bongkar paksa jalan Provinsi di Batu Belek karena kecewa irigasi tersumbat dan janji perbaikan pemerintah tak kunjung nyata.

Lombok Timur, PorosLombok.com – Ratusan warga Kecamatan Selong dan Sakra Timur menghancurkan aspal di kawasan Batu Belek, Kelurahan Rakam. Massa melakukan aksi spontanitas ini karena pemerintah mengabaikan keluhan terkait kemacetan saluran air. Senin (16/02).

​”Kami terpaksa bertindak sendiri karena perbaikan yang dijanjikan setahun lalu tidak kunjung terealisasi hingga saat ini,” cetus warga.

​Penduduk setempat meluapkan kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Provinsi NTB maupun Kabupaten yang lamban membenahi infrastruktur vital. Masyarakat menilai gorong-gorong sempit dan tumpukan sampah memicu luapan air ke jalan raya.

​”Kondisi ini sangat menyiksa petani sebab distribusi air ke sawah terhambat material sampah yang menggunung di bawah jalan,” jelasnya.

​Massa mendatangi lokasi dengan membawa peralatan lengkap seperti linggis, cangkul, mesin betel, hingga palu besar untuk menjebol jalur beton. Mereka memperlebar saluran irigasi secara mandiri agar kebutuhan pengairan lahan segera tercukupi.

​”Jika warga membiarkan kondisi ini, produktivitas sawah kami akan hancur total akibat pasokan air yang tidak pernah maksimal,” ungkap warga.

​Suasana lapangan memanas saat warga mulai membongkar paksa jalan demi memastikan aliran air kembali lancar tanpa hambatan teknis. Langkah ekstrem tersebut menjadi bentuk protes keras atas ketidakpastian nasib sektor pertanian lokal.

​”Intinya kami sudah sangat muak dengan janji manis pejabat dan hanya menginginkan bukti nyata perbaikan fisik di lapangan,” tegasnya.

​Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi, mengonfirmasi pihaknya telah menerima laporan mengenai aksi massa di jembatan itu. Beliau langsung menerjunkan tim pengawas untuk mengecek kerusakan fasilitas umum di lokasi kejadian.

​”Kami sebenarnya sudah menyurati pemerintah provinsi mengenai kendala teknis ini namun memang belum ada tindak lanjut secara konkret,” ujarnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU