PorosLombok.com — Penyaluran bantuan sembako dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur terancam molor hingga melewati hari raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat yang sangat berharap bantuan cair tepat waktu.
Data resmi menunjukkan bahwa progres pendistribusian saat ini masih berada di bawah angka 50 persen dari total sasaran penerima manfaat. Lambannya aliran logistik di lapangan memaksa ribuan warga harus bersabar menunggu giliran jatah mereka tiba.
“Kami sudah berupaya maksimal untuk mempercepat proses distribusi agar bantuan segera sampai ke tangan warga,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur Siti Aminah pada Jumat (20/03/2026).
Siti Aminah membeberkan bahwa tim operasional menghadapi hambatan teknis yang cukup pelik dalam beberapa hari terakhir. Faktor eksternal dari mitra penyedia barang menjadi salah satu pemicu utama tersendatnya pasokan bahan pokok tersebut.
Pihak Ketiga Libur dan Barang Tidak Layak
Kendala pertama muncul karena banyak pihak ketiga atau penyedia logistik yang sudah mulai meliburkan aktivitas operasional mereka menjelang lebaran. Hal ini otomatis memutus rantai pasokan sembako yang seharusnya masuk ke gudang penyimpanan dinas.
“Dinas Sosial terpaksa melakukan penolakan dan pengembalian barang karena ditemukan banyak item yang tidak sesuai standar kualitas,” katanya.
Langkah tegas tersebut diambil untuk menjamin agar masyarakat menerima paket yang benar-benar layak konsumsi dan bermutu tinggi. Petugas pemeriksa tidak ingin mengambil risiko dengan meloloskan barang berkualitas rendah demi mengejar target waktu.
Ketegasan dalam pengawasan mutu ini menyebabkan volume stok yang siap edar menjadi sangat terbatas di tengah tingginya permintaan. Dinas lebih memilih menjaga integritas bantuan daripada memberikan pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan publik.
“Paket sembako ini pada dasarnya bukan merupakan paket khusus lebaran sehingga prosesnya tetap berlanjut,” ujarnya.
Pemerintah menegaskan bahwa jadwal penyaluran bersifat berkelanjutan dan tidak terpaku pada satu momentum hari besar keagamaan saja. Masyarakat tidak perlu panik karena hak mereka tetap akan terpenuhi secara utuh meskipun terjadi pergeseran jadwal.
Instansi terkait berjanji akan menuntaskan seluruh sisa pembagian segera setelah aktivitas perkantoran dan penyedia barang kembali normal. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja mitra penyedia barang juga menjadi prioritas pasca perayaan hari raya nanti.
“Proses pendistribusian tetap dapat kami lanjutkan dan kami tuntaskan setelah hari raya Idulfitri berakhir nantinya,” pungkasnya.*


















